kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,94   -3,77   -0.38%
  • EMAS988.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Pemasok Suku Cadang Mobil, American Axle, Sedang Jajaki Pembeli Potensial


Minggu, 22 Mei 2022 / 12:12 WIB
Pemasok Suku Cadang Mobil, American Axle, Sedang Jajaki Pembeli Potensial
ILUSTRASI. Pemasok suku cadang mobil American Axle & Manufacturing Holdings Inc. sedang menjajaki pembeli potensial.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - DETROIT. Pemasok suku cadang mobil American Axle & Manufacturing Holdings Inc. sedang menjajaki pembeli potensial. Perusahaan ini memiliki valuasi senilai US$ 773 juta.

Perusahaan yang berbasis di Detroit in telah menyewa seorang penasihat untuk membantu proses penjualan saham tersebut. Namun, belum ada keputusan yang dibuat dan perusahaan dapat memutuskan untuk tetap bertahan.

Saham American Axle & Manufacturing Holdings telah jatuh 28% tahun ini, lebih dalam dari penurunan indeks S&P 500 yang sebesar 18%. American Axle telah menjadi pemasok utama komponen as dan drivetrain untuk produsen mobil.

Baca Juga: Biaya Bahan Baku Melonjak, Toyota Prediksi Laba Operasional Tergerus 20%

Sayangnya, American Axle menghadapi tantangan untuk mempertahankan pendapatan karena pelanggan utama seperti Ford Motor Co. dan General Motors Co. beralih ke berbagai jenis komponen drivetrain.

“American Axle belum dapat membangun hubungan kunci dalam kendaraan listrik seperti yang terjadi dengan GM dan platform Ram HD Stellantis NV,” ujar Dan Levy, seorang analis di Credit Suisse, dikutip dari Bloomberg, Minggu (22/5).

Per Maret 2022 lalu, perusahaan ini memiliki utang bersih sebesar US$ 2,67 miliar atau sekitar 3,6 kali pendapatan, yang bisa menjadi rintangan untuk penjualan saham. Tetapi, Levy memproyeksikan American Axle akan memotong rasio itu dengan menghasilkan US$ 400 juta uang tunai pada tahun 2023.

Baca Juga: Tambah Investasi, Hyundai Motor Gelontorkan Lebih dari $10 Miliar di AS Hingga 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×