kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.878   20,00   0,11%
  • IDX 6.059   -57,20   -0,94%
  • KOMPAS100 792   -2,02   -0,25%
  • LQ45 598   -1,34   -0,22%
  • ISSI 211   -2,09   -0,98%
  • IDX30 338   -0,54   -0,16%
  • IDXHIDIV20 413   -1,89   -0,46%
  • IDX80 90   -0,19   -0,21%
  • IDXV30 111   -0,73   -0,66%
  • IDXQ30 108   -0,02   -0,02%

Pemerintah China dukung Huawei gugat Amerika Serikat


Jumat, 08 Maret 2019 / 14:34 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Menteri Luar Negeri China dan Anggota Dewan Negara China, Wang Yi mengatakan, pada hari Jumat, (8/3) bahwa China mendukung upaya Huawei Technologies menggugat pemerintah Amerika Serikat (AS). Ia menilai gugatan Huawei tersebut merupakan jalur resmi dan legal.

Mengutip Reuters, Huawei, perusahaan pembuat alat telekomunikasi China tersebut telah menggugat pemerintah AS. Dalam gugatannya, Huawei mengatakan undang-undang yang membatasi bisnis di AS tidak konstitusional. Huawei menuding, Washington telah berusaha melawan apa yang dilihatnya sebagai ancaman China yang semakin meningkat terhadap daya saing dan keamanan ekonomi AS.

Tuntutan hukum itu sebagai tanda keretakan lagi hubungan antara Cina dan Amerika Serikat, setelah pada tahun 2018, kebijakan kedua negara menaikkan tarif impor telah memukul penjualan produk ekspor impor kedua negara bernilai miliaran dolar.

Pada bulan Desember, kepala petugas keuangan Huawei Meng Wanzhou ditangkap di Kanada atas permintaan Amerika Serikat dan menghadapi kemungkinan ekstradisi.

Berbicara pada konferensi pers di sela-sela pertemuan tahunan parlemen China, Wang mengatakan, tindakan baru-baru ini yang ditujukan pada orang-orang dan perusahaan tertentu adalah penindasan politik yang disengaja dan ia memastikan pemerintah China akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan mereka.

"Pada saat yang sama, kami mendukung perusahaan dan individu yang relevan untuk mengambil senjata legal untuk melindungi hak dan kepentingan mereka, dan tidak menjadi domba yang diam," kata Wang.

"Apa yang harus kita lindungi hari ini bukan hanya hak dan kepentingan perusahaan, tetapi kepentingan pembangunan yang sah dari suatu negara dan rakyatnya," katanya.

Sebaliknya, perusahaan asing di China telah lama takut berbicara tentang kondisi yang tidak adil, khawatir mereka mungkin menjadi target retribusi politik.

Seperti diketahui, Huawei, sebuah perusahaan swasta di China telah menghadapi tekanan di seluruh dunia bahwa produknya dapat digunakan sebagai alat intelijen pemerintah Cina untuk mengumpulkan informasi.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×