kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45749,52   23,69   3.26%
  • EMAS920.000 0,66%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Pemerintah Malaysia tambah anggaran subsidi UKM terdampak corona Rp 37,7 triliun


Selasa, 07 April 2020 / 12:01 WIB
Pemerintah Malaysia tambah anggaran subsidi UKM terdampak corona Rp 37,7 triliun
ILUSTRASI. ilustrasis Penyebaran virus corona di Malaysia

Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Malaysia mengalokasikan anggaran tambahan sebesar 10 miliar ringgit atau setara Rp 37,7 triliun sebagai stimulus untuk menggenjot perekonomian di tengah pandemik virus corona. 

Dikutip dari Straits Times Selasa (7/4), stimulus tersebut bakal digelontorkan untuk perusahaan-perusahaan, terutama dari sektor usaha kecil menengah (UKM) yang mengalami kesulitan di tengah pandemi virus corona. 

Sebagian besar anggaran tersebut bakal digunakan sebagai subsidi upah yang jumlahnya melonjak dua kali lipat menjadi 13,8 miliar ringgit dari 5,9 miliar ringgit yang diumumkan pemerintah tahun lalu. 

Baca Juga: Karena corona, ekonomi Malaysia diramal anjlok ke level terendah dalam satu dekade

Tambahan alokasi anggaran tersebut muncul setelah banyak protes yang diajukan, terutama dari kalangan pengusaha UKM yang merasa tak puas dengan paket stimulus sebesar 250 miliar ringgit yang digelontorkan oleh pemerintah setempat pada 27 Maret lalu. 

Pasalnya, dari alokasi tersebut hanya seper sepuluhnya saja yang merupakan pengeluaran fiskal dari pemerintah, sisanya dalam bentuk pelonggaran tabungan pensiun dan pelonggaran kredit. 
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan, stimulus tersebut diperkirakan bisa menjamin 4,8 juta pekerja dari sektor UKM. 

"Sektor ini berkontribusi setidaknya dua pertiga dari keseluruhan pekerja di Malaysia, dan berkontribusi hampir 40 persen terhadap perekonomian. Dengan demikian menjadi penting bagi kami untuk memastikan sektor UKM tetap stabil dan bisa menghadapi tekanan dan tantangan ekonomi yang akan memukul kita semua saat ini," ujar dia. 



TERBARU

[X]
×