kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemogokan Massal Transportasi Umum Lumpuhkan Kota-Kota Besar di Jerman


Senin, 02 Februari 2026 / 18:08 WIB
Pemogokan Massal Transportasi Umum Lumpuhkan Kota-Kota Besar di Jerman
ILUSTRASI. TURKEY-WEATHER/ (SOCIAL MEDIA/OKAN TANIS via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

Aksi yang diprakarsai serikat pekerja Verdi ini menghentikan layanan bus dan trem di sebagian besar kota.

Serikat pekerja menuntut pengurangan durasi shift kerja, penambahan waktu istirahat, serta kenaikan upah untuk kerja malam dan akhir pekan. Tuntutan ini muncul di tengah tekanan anggaran yang sedang dihadapi banyak pemerintah kota di Jerman.

Baca Juga: Pemerintah Jerman Memangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026 dan 2027, Ini Sebabnya

Negosiator utama Verdi, Serat Canyurt, mengatakan kepada radio rbb bahwa aksi mogok ini merupakan salah satu aksi terkoordinasi terbesar di sektor transportasi lokal dalam beberapa tahun terakhir. Ia berharap operator transportasi kini kembali ke meja perundingan.

Di Stuttgart, Karlsruhe, dan Freiburg, layanan transportasi umum dilaporkan berhenti total sepanjang hari, menurut pejabat serikat pekerja.

Meski demikian, Deutsche Bahn pada Jumat (30/1/2026) menyatakan bahwa layanan kereta perkotaan S-Bahn di kota-kota seperti Berlin, Hamburg, Munich, dan Stuttgart tetap beroperasi normal. Layanan jarak jauh juga tidak terdampak karena para pekerjanya tidak diwakili oleh Verdi.

Perundingan antara Verdi dan asosiasi pemberi kerja berlangsung tegang. Pimpinan serikat pekerja menuduh pemerintah kota berupaya memangkas tunjangan dan memperpanjang jam kerja.

Putaran perundingan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 9 Februari. Pimpinan serikat pekerja memperingatkan bahwa aksi industrial lanjutan dapat terjadi jika pemberi kerja tidak menawarkan konsesi yang signifikan.


Tag


TERBARU

[X]
×