kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.845   66,00   0,39%
  • IDX 8.104   -42,84   -0,53%
  • KOMPAS100 1.140   -5,81   -0,51%
  • LQ45 829   -3,44   -0,41%
  • ISSI 285   -2,28   -0,79%
  • IDX30 433   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 521   1,04   0,20%
  • IDX80 127   -0,56   -0,44%
  • IDXV30 142   0,14   0,10%
  • IDXQ30 140   0,20   0,14%

Pencabutan Tiba-Tiba Kebijakan Nol-COVID Sebabkan Hampir 2 Juta Kematian di China


Sabtu, 26 Agustus 2023 / 09:02 WIB
Pencabutan Tiba-Tiba Kebijakan Nol-COVID Sebabkan Hampir 2 Juta Kematian di China
ILUSTRASI. Hasil studi menunjukkan, pencabutan Tiba-Tiba Kebijakan Nol-COVID Sebabkan Hampir 2 Juta Kematian di China. REUTERS/Lam Yik


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sebuah langkah yang jarang terjadi, sebuah provinsi di Tiongkok secara singkat menerbitkan data di situs webnya pada bulan Juli yang menunjukkan jumlah kremasi melonjak 70% pada kuartal pertama tahun ini, namun kemudian data tersebut dihentikan.

Pada bulan Februari, para pemimpin tertinggi China mendeklarasikan “kemenangan yang menentukan” atas COVID.

Namun virus ini masih menyebar di negara tersebut. Pada Kamis (24/8/2023), pejabat kesehatan Beijing mengatakan bahwa COVID masih menjadi penyakit menular nomor satu di ibu kota tersebut, menurut media pemerintah China.

Para pejabat menyebutkan varian Omicron baru, yang disebut EG.5 atau “Eris”, sebagai jenis virus yang dominan saat ini di seluruh Tiongkok.

Baca Juga: Tak Sampaikan Pidato di KTT BRICS, Ada Apa dengan Xi Jinping?

“Biro Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional mengatakan proporsi varian baru EG.5 meningkat dari 0,6% pada bulan April menjadi 71,6% pada bulan Agustus, menjadi jenis varian dominan di sebagian besar provinsi di China,” Global Times melaporkan.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×