kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Pencabutan Tiba-Tiba Kebijakan Nol-COVID Sebabkan Hampir 2 Juta Kematian di China


Sabtu, 26 Agustus 2023 / 09:02 WIB
ILUSTRASI. Hasil studi menunjukkan, pencabutan Tiba-Tiba Kebijakan Nol-COVID Sebabkan Hampir 2 Juta Kematian di China. REUTERS/Lam Yik


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sebuah langkah yang jarang terjadi, sebuah provinsi di Tiongkok secara singkat menerbitkan data di situs webnya pada bulan Juli yang menunjukkan jumlah kremasi melonjak 70% pada kuartal pertama tahun ini, namun kemudian data tersebut dihentikan.

Pada bulan Februari, para pemimpin tertinggi China mendeklarasikan “kemenangan yang menentukan” atas COVID.

Namun virus ini masih menyebar di negara tersebut. Pada Kamis (24/8/2023), pejabat kesehatan Beijing mengatakan bahwa COVID masih menjadi penyakit menular nomor satu di ibu kota tersebut, menurut media pemerintah China.

Para pejabat menyebutkan varian Omicron baru, yang disebut EG.5 atau “Eris”, sebagai jenis virus yang dominan saat ini di seluruh Tiongkok.

Baca Juga: Tak Sampaikan Pidato di KTT BRICS, Ada Apa dengan Xi Jinping?

“Biro Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional mengatakan proporsi varian baru EG.5 meningkat dari 0,6% pada bulan April menjadi 71,6% pada bulan Agustus, menjadi jenis varian dominan di sebagian besar provinsi di China,” Global Times melaporkan.




TERBARU

[X]
×