kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pencipta minuman Red Bull tutup usia


Senin, 19 Maret 2012 / 11:05 WIB
ILUSTRASI. Siswa makan siang di sekolah semenjak pembatasan virus corona (COVID-19) dicabut di Philadelphia, Pennsylvania, AS. REUTERS/Hannah Beier


Reporter: Dyah Megasari, BBC |

LONDON. Penemu minuman berenergi Red Bull yaitu Chaleo Yoovidhya tutup usia akhir pekan lalu (17/3). Chaleo yang memiliki asal-usul keluarga sederhana merupakan salah satu orang terkaya di Thailand.

Kekayaannya mencapai US$ 5 miliar tahun lalu. Perusahaan farmasinya mulai menghasilkan minuman isotonik pada 1970-an. Tetapi baru populer pada dekade berikutnya setelah ia menggandeng mitra seorang pengusaha Austria.

Red Bull juga memiliki klub sepak bola dan dua tim Formula 1.

Chaleo lahir pada 1932, orang tuannya merupakan imigran miskin China di provinsi utara Phichit.

Dia bekerja sebagai salesman sebelum mendirikan TC Farmasi pada tahun 1962. Salah satu merek dagang yang populer di kalangan para pekerja shift dan pengemudi truk adalah Krating Daeng.

Menggandeng pakar pemasaran Austria Dietrich Mateschitz, pada tahun 1984 ia mengenalkannya sebagai Red Bull. Namun, baru tiga tahun kemudian ia baru memasarkannya ke Austria.

Red Bull kini dijual di 70 negara di seluruh dunia. Majalah Forbes menempatkan Chaleo sebagai orang terkaya di dunia urutan 205 pada edisi Maret 2012.




TERBARU

[X]
×