kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.745   11,00   0,06%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Pencipta minuman Red Bull tutup usia


Senin, 19 Maret 2012 / 11:05 WIB
ILUSTRASI. Siswa makan siang di sekolah semenjak pembatasan virus corona (COVID-19) dicabut di Philadelphia, Pennsylvania, AS. REUTERS/Hannah Beier


Reporter: Dyah Megasari, BBC |

LONDON. Penemu minuman berenergi Red Bull yaitu Chaleo Yoovidhya tutup usia akhir pekan lalu (17/3). Chaleo yang memiliki asal-usul keluarga sederhana merupakan salah satu orang terkaya di Thailand.

Kekayaannya mencapai US$ 5 miliar tahun lalu. Perusahaan farmasinya mulai menghasilkan minuman isotonik pada 1970-an. Tetapi baru populer pada dekade berikutnya setelah ia menggandeng mitra seorang pengusaha Austria.

Red Bull juga memiliki klub sepak bola dan dua tim Formula 1.

Chaleo lahir pada 1932, orang tuannya merupakan imigran miskin China di provinsi utara Phichit.

Dia bekerja sebagai salesman sebelum mendirikan TC Farmasi pada tahun 1962. Salah satu merek dagang yang populer di kalangan para pekerja shift dan pengemudi truk adalah Krating Daeng.

Menggandeng pakar pemasaran Austria Dietrich Mateschitz, pada tahun 1984 ia mengenalkannya sebagai Red Bull. Namun, baru tiga tahun kemudian ia baru memasarkannya ke Austria.

Red Bull kini dijual di 70 negara di seluruh dunia. Majalah Forbes menempatkan Chaleo sebagai orang terkaya di dunia urutan 205 pada edisi Maret 2012.




TERBARU

[X]
×