kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Pendiri Mayapada gugat pemilik galeri Singapura


Kamis, 25 September 2014 / 11:21 WIB
ILUSTRASI. Kendaraan arus balik melintas di jalur Pantura, Tegal, Jawa tengah, Senin (10/6/2019) malam. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/hp.


Sumber: Bloomberg | Editor: Sanny Cicilia

SINGAPURA. Lantaran pembelian patung perunggu yang diincarnya tak berlangsung mulus, Tahir, taipan pendiri Bank Mayapada Internasional menggugat sang pemilik galeri di Singapura, Tay Kar Oon. Gugatan ini juga diajukan lewat pengadilan Singapura. 

Tahir menggugat ganti rugi S$ 1,6 juta (US$ 1,3 juta) dari Tay Kar Oon setelah dia membayar patung "Couple Dancing" karya Fernando Botero, menurut gugatan yang masuk ke Pengadilan Tinggi Singapura. Alasannya, Tay menolak permintaan inspeksi dan berulang kali menunda pengiriman. 

Tay juga mengajukan gugatan tandingan. Dia mengklaim, Tahir mundur dari pembelian setelah menuduh patung karya seniman Kolombia itu palsu. Padahal, Tay sudah meyakinkan Tahir, patung tersebut otentik. Patung ini, yang dikirim dari Zurich, merupakan pembelian ketiga Tahir untuk karya Botero dari Tay. 

Tay enggan berkomentar mengenai kasusu ini. Begitu juga Tahir lewat pengacaranya Tan Chee Meng dan Paul Loy enggan berkomentar. 
 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×