Penelitian: 95% Kasus Cacar Monyet Menular Lewat Aktivitas Seksual

Jumat, 22 Juli 2022 | 13:02 WIB Sumber: The Straits Times
Penelitian: 95% Kasus Cacar Monyet Menular Lewat Aktivitas Seksual

ILUSTRASI. Bagian dari jaringan kulit yang telah terinfeksi virus monkeypox atau cacar monyet, terlihat pada pembesaran 50X.


KONTAN.CO.ID - LONDON. Sebuah penelitian terbaru yang terbit di New England Journal of Medicine pada Kamis (21/7) menunjukkan, 95% kasus cacar monyet ditularkan melalui aktivitas seksual.

Dipimpin oleh para ilmuwan di Queen Mary University of London, penelitian baru ini secara langsung mengamati 528 kasus infeksi yang ada di 16 negara dalam periode 27 April hingga 24 Juni 2022.

Namun, para peneliti yang terlibat menekankan, cacar monyet bukanlah penyakit menular seksual dalam pengertian tradisional. Ada kondisi tertentu di mana virus bisa menyebar.

Baca Juga: Simak Gejala dan Penularan Cacar Monyet yang Perlu Anda Waspadai

"Penting untuk ditekankan, cacar monyet bukanlah infeksi menular seksual dalam pengertian tradisional, itu dapat diperoleh melalui segala jenis kontak fisik yang dekat," ungkap penulis utama penelitian John Thornhill, seperti dikutip The Straits Times.

Lebih lanjut, Thornhill menjelaskan, penelitian menunjukkan, sebagian besar penularan sejauh ini memang terkait dengan aktivitas seksual, terutama di antara pria yang berhubungan seks dengan pria.

"Penelitian ini meningkatkan pemahaman kita tentang cara penyebarannya dan kelompok penyebarannya. Ini akan membantu identifikasi cepat kasus baru dan menawarkan strategi pencegahan," katanya.

Baca Juga: Cacar Monyet Makin Ganas, WHO Bersiap Bunyikan Alarm Level Tertinggi

Secara perinci, penelitian tersebut menemukan, 98% orang yang terinfeksi cacar monyet adalah laki-laki gay atau biseksual, 41% bahkan telah terinfeksi HIV. Usia rata-rata penderita adalah 38 tahun.

Meskipun aktivitas seksual menjadi faktor penyebab terbesar untuk saat ini, tapi para peneliti menekankan, virus juga dapat menyebar melalui kontak fisik yang dekat, seperti droplets.

Bahkan, peneliti juga menemukan potensi penularan melalui pakaian dan permukaan benda lainnya.

Gejala cacar monyet pun kini berkembang. Banyak di antara penderita kini menunjukkan gejala yang sebelumnya tidak terkait dengan cacar monyet seperti lesi genital tunggal dan luka di mulut atau anus.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru