Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Pendanaan untuk kebutuhan bisnis artificial intelligence (AI) makin meningkat. Morgan Stanley memperkirakan penerbitan utang global terkait artificial intelligence (AI) akan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi hampir US$ 570 miliar pada tahun 2026.
Peningkatan pasokan obligasi dan aktivitas pasar kredit ini karena perusahaan-perusahaan hyperscaler beralih ke sumber pendanaan alternatif untuk memenuhi kebutuhan belanja modal (capex) besar-besaran yang didorong oleh AI.
Perusahaan teknologi yang telah lama mengandalkan arus kas yang kuat semakin beralih ke pembiayaan utang seiring dengan meningkatnya kebutuhan investasi.
Baca Juga: India Bebaskan Pajak Obligasi Asing, Investor Luar Negeri Langsung Serbu Pasar
Seperti dilansir Reuters, Rabu (10/6/2026), Morgan Stanley memperkirakan penerbitan utang global terkait AI mencapai hampir US$ 236 miliar per 31 Mei 2026, empat kali lipat lebih banyak daripada periode yang sama tahun lalu.
Perusahaan hyperscaler—Alphabet, Amazon, Microsoft, dan Meta—diperkirakan akan mengeluarkan surat utang senilai US$ 700 miliar tahun ini.
Morgan Stanley memprediksi penerbitan akan meningkat pada paruh kedua tahun 2026, seiring dengan belanja modal (capex) perusahaan hyperscaler yang melampaui US$ 1 triliun pada tahun 2027.
"Perusahaan hyperscaler telah memperluas basis investor mereka melalui penerbitan non-USD," sebut Morgan Stanley.
"Latar belakang (ekonomi) fundamental tetap kuat, tetapi untuk saat ini kami pikir pergerakan harga (obligasi) sebagian besar didorong oleh ekspektasi pasokan," tambah Morgan Stanley.
Morgan Stanley juga menyebut, pembiayaan untuk perusahaan chip, yang mengalami peningkatan di pasar publik dan swasta, bergeser ke kesepakatan jangka pendek yang sepenuhnya dilunasi dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Dianggap Bantu Militer China, AS Masukkan Perusahaan Ini Dalam Daftar Khusus













