Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Tingkat pengangguran di Amerika Serikat melonjak di pertengahan kuartal ketiga tahun ini. Meski demikian, ekonom memproyeksikan masih ada momentum baik untuk pasar tenaga kerja.
Dikutip dari Reuters, lonjakan pengangguran ini setidaknya naik ke posisi 3,8% dari bulan Juli yang berada di angka 3,5%. Perekonomian yang melambat membuat masyarakat AS khawatir dan segera mencari pekerjaan.
AS saat ini hanya mencetak 110.000 lowongan pekerjaan, jumlah ini lebih sedikit dari bulan Juni dan Juli 2023. Pasalnya ekonom mengatakan telah banyak bisnis dan usaha yang ditutup, sehingga lowongan yang ada pun ikut menurun ke level terendah selama rentan waktu lebih dari dua tahun ini.
Berdasarkan laporan kementerian ketenagakerjaan AS, setidaknya sebanyak 736.000 orang mulai mencoba masuk pasar kerja pada bulan Agustus. Hal ini kemudian mendorong tingkat partisipasi ke level tertinggi dalam 3 tahun terakhir.
Baca Juga: Asing Masih Aksi Jual, IHSG Tetap Bullish dalam Sepekan
Salah satu penyebabnya adalah para aktor Hollywood yang melakukan pemogokan kerja, hal ini kemudian berefek pada hilangnya 17.000 pekerjaan di industri film dan rekaman suara pada bulan lalu.
Disusul dengan perusahaan angkutan truk Yellow yang bangkrut pada bulan yang sama. Alhasil 37.000 pekerjaan hilang di industri transportasi truk. Jika hal ini tidak terjadi kemungkinan jumlah pekerja akan meningkat sekitar 241.000 pada Agustus.
"Ini bukan pasar tenaga kerja yang diharapkan, ekonomi berada dalam bahaya dan melambat secara dramatis dalam jangka pendek, meskipun ini adalah tanda-tanda moderasi," kata Rick Riedire, Kepada Investasi BlackRock.
Pasar tenaga kerja melambat merupakan efek dari kenaikan suku bunga bank sentral AS yang cukup besar, sehingga ekonom memproyeksikan tidak akan ada lagi kenaikan suku bunga di September ini.
Baca Juga: IHSG Menguat 1,19% Sepekan, Masih Gagal Menembus 7.000
Lapangan kerja di sektor jasa profesional dan bisnis naik 19.000, tetapi pekerjaan segmen layanan bantuan, yang sebelumnya diproyeksikan akan banyak direkrut di masa depan, justru terus menurun dan telah kehilangan 19.000 posisi.
Sektor transportasi dan pergudangan kehilangan 34.000 pekerjaan, dengan lapangan kerja di sektor ini juga tertekan oleh hilangnya 9.000 pekerjaan kurir.
Meskipun permintaan tenaga kerja menurun, beberapa bisnis jasa seperti layanan kesehatan, restoran, bar, dan hotel masih membutuhkan banyak pekerja.
Buktinya kenaikan lapangan kerja pada bulan Agustus dipimpin oleh sektor perawatan kesehatan, yang menambah 71.000 pekerjaan, tersebar di layanan rawat jalan, rumah sakit, perawatan dan fasilitas perawatan di rumah.













