kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45825,81   2,76   0.34%
  • EMAS948.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Pengawas Obat dan Makanan AS meminta J&J buang 60 juta dosis vaksin Covid-19


Sabtu, 12 Juni 2021 / 07:14 WIB
Pengawas Obat dan Makanan AS meminta J&J buang 60 juta dosis vaksin Covid-19
ILUSTRASI. Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Badan Pengawas Obat & Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) mengatakan, Johnson & Johnson (J&J) harus membuang jutaan dosis vaksin Covid-19 yang diproduksi di pabrik Baltimore yang bermasalah. 

Dua sumber Reuters yang mengetahui situasi tersebut menyebut bahwa FDA juga telah memberikan izin penggunaan terhadap 10 juta dosis dari pabrik tersebut. 

Berdasarkan laporan The New York Times, setidaknya, ada sekitar 60 juta dosis vaksin Covid-19 yang perlu dimusnahkan dari pabrik Baltimore karena kemungkinan kontaminasi, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Tanpa mengungkapkan atau mengkonfirmasi jumlah dosis vaksin, FDA mengatakan dalam rilis bahwa mereka telah mengizinkan dua batch vaksin J&J untuk digunakan. Sementara itu, beberapa batch lain tidak cocok untuk digunakan dan yang lain sedang dievaluasi.

Badan tersebut mengatakan belum siap untuk mengizinkan pabrik Emergent BioSolutions Inc untuk memproduksi vaksin J&J. Produksi vaksin J&J di Baltimore dihentikan oleh otoritas AS pada bulan April.

Baca Juga: DKI mulai vaksinasi warga usia 18 tahun ke atas, di luar Jakarta mulai Juli 2021

Satu sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa vaksin J&J diharapkan akan diekspor ke negara lain. Vaksin sudah ada dalam botol dan siap digunakan, kata sumber lain.

Kekhawatiran keamanan tentang vaksin J&J dan permintaan AS yang lesu untuk vaksinasi secara umum telah memperlambat peluncuran vaksin sekali pakai ini menjadi merangkak. Hampir setengah dari 21 juta dosis yang diproduksi untuk AS tidak digunakan.

FDA menyebut, keputusannya memungkinkan vaksin J&J untuk digunakan di Amerika Serikat atau diekspor. Badan tersebut mengatakan pembuat obat dan Emergent harus setuju bahwa FDA dapat berbagi informasi yang relevan tentang pembuatan vaksin dengan regulator di mana vaksin dikirim.

J&J, dalam sebuah pernyataan, mengkonfirmasi bahwa FDA mengizinkan dua batch, tetapi tidak mengakui adanya vaksin yang diputuskan regulator harus dibuang.

"Keputusan hari ini mewakili kemajuan dalam upaya berkelanjutan kami untuk membuat perbedaan dalam pandemi ini dalam skala global," kata Kathy Wengel, J&J Chief Global Supply Chain Officer, dalam pernyataannya.

FDA menolak berkomentar di luar pernyataannya.

 

Selanjutnya: UPDATE Vaksinasi Covid-19 Jumat (11/6), penambahan vaksin dosis kedua masih tipis

 




TERBARU

[X]
×