kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pengguna WhatsApp tembus 1 miliar


Selasa, 02 Februari 2016 / 20:29 WIB
Pengguna WhatsApp tembus 1 miliar


Reporter: Mesti Sinaga | Editor: Mesti Sinaga

Pengguna aplikasi WhatsApp sudah menembus 1 miliar. Ini berarti  pengguna aplikasi ini telah bertambah sekitar 100 juta pengguna sejak September 2015.  

WhatsApp  pun mengalahkan Facebook Messenger yang pengguna aktifnya hanya sekitar 800 juta.

Jumlah pelanggan WhatsApp yang  begini banyak, menjadi modal bagi Facebook -pemilik WhatsApp-  untuk melakukan monetize.  

Seperti diketahui, Facebook mengakuisisi WhatsApp tahun 2014 senilai US$ 22 miliar. Sejak diambil alih Facebook, jumlah  pengguna aplikasi ini meningkat lebih dari dua kali lipat.

Raksasa media sosial dari Amerika ini pun kini memfokuskan perhatiannya pada upaya meraup penghasilan dari WhatsApp. 

Bulan lalu, perusahaan ini telah membatalkan penarikan biaya US$ 0,99 dari pengguna. Hal ini dilakukan karena pengguna layanan ternyata tidak memiliki kartu debi atau kartu kredit.

 “WhastApp dimulai sebagai sebuah ide yang sederhana: memastikan bahwa siapa pun bisa berhubungan dengan keluarga dan teman-temannya di mana saja di planet ini, tanpa biaya,” kata aplikasi pesan ini dalam sebuah posting Senin kemarin.  

Nah, untuk memacu pendapatan, WhatsApp akan melakukan uji coba layanan yang memungkinkan pengguna melakukan komunikasi dengan perusahaan dan organisasi.

 “Dengan layanan ini, Anda bisa berkomunikasi dengan bank untuk mengetahui apakah ada penipuan atau kejahatan terkait transaksi yang baru Anda lakukan. Atau Anda juga bisa berkomunikasi dengan maskapai terkait penundaan penerbangan,” ujar WhatsApp dalam sebuah postingan.  


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×