Reporter: Mesti Sinaga | Editor: Mesti Sinaga
Pengguna aplikasi WhatsApp sudah menembus 1 miliar. Ini berarti pengguna aplikasi ini telah bertambah sekitar 100 juta pengguna sejak September 2015.
WhatsApp pun mengalahkan Facebook Messenger yang pengguna aktifnya hanya sekitar 800 juta.
Jumlah pelanggan WhatsApp yang begini banyak, menjadi modal bagi Facebook -pemilik WhatsApp- untuk melakukan monetize.
Seperti diketahui, Facebook mengakuisisi WhatsApp tahun 2014 senilai US$ 22 miliar. Sejak diambil alih Facebook, jumlah pengguna aplikasi ini meningkat lebih dari dua kali lipat.
Raksasa media sosial dari Amerika ini pun kini memfokuskan perhatiannya pada upaya meraup penghasilan dari WhatsApp.
Bulan lalu, perusahaan ini telah membatalkan penarikan biaya US$ 0,99 dari pengguna. Hal ini dilakukan karena pengguna layanan ternyata tidak memiliki kartu debi atau kartu kredit.
“WhastApp dimulai sebagai sebuah ide yang sederhana: memastikan bahwa siapa pun bisa berhubungan dengan keluarga dan teman-temannya di mana saja di planet ini, tanpa biaya,” kata aplikasi pesan ini dalam sebuah posting Senin kemarin.
Nah, untuk memacu pendapatan, WhatsApp akan melakukan uji coba layanan yang memungkinkan pengguna melakukan komunikasi dengan perusahaan dan organisasi.
“Dengan layanan ini, Anda bisa berkomunikasi dengan bank untuk mengetahui apakah ada penipuan atau kejahatan terkait transaksi yang baru Anda lakukan. Atau Anda juga bisa berkomunikasi dengan maskapai terkait penundaan penerbangan,” ujar WhatsApp dalam sebuah postingan.