kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,34   -28,38   -2.95%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Penjualan Mobil Listrik BYD Melejit di Saat Tesla Terus Merosot


Rabu, 03 April 2024 / 16:24 WIB
Penjualan Mobil Listrik BYD Melejit di Saat Tesla Terus Merosot
ILUSTRASI. Mobil listrik BYD Seal di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 JIEXPO, Kamayoran, Jakarta, Jumat (23/2). Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 8 Tahun 2024, pemerintah memotong PPN mobil listrik sebanyak 10% dari 11% menjadi hanya 1% dari total harga jual kendaraan tersebut. KONTAN/Carolus Agus Waluyo/23/02/2024


Sumber: Yahoo Finance | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BYD, produsen kendaraan listrik asal China yang didukung oleh Warren Buffett, berhasil mencatat penjualan yang luar biasa pada kuartal pertama 2024, menandai momentum yang kuat dalam persaingan global dengan Tesla yang terus merosot.

Pada Senin lalu, BYD melaporkan peningkatan penjualan kendaraan "energi baru" sebesar 13% dari tahun sebelumnya, mencakup kendaraan listrik dan hibrida plug-in. Total penjualan mencapai 626.263 kendaraan, dengan lebih dari setengahnya merupakan kendaraan listrik murni.

Meskipun mengalami penurunan pada dua bulan pertama tahun ini, BYD mencatat lonjakan pembelian sebesar 46% di bulan Maret. Di sisi lain, Tesla, yang sahamnya telah merosot hampir 30% sepanjang tahun ini, menghadapi ekspektasi yang menurun.

Baca Juga: Harga Mobil Listrik BYD di China Turun, Bagaimana dengan Indonesia?

Para analis telah merevisi proyeksi pengiriman Tesla untuk kuartal pertama setelah laporan tentang penurunan produksi di pabrik Shanghai. Wedbush Securities memangkas perkiraan pengiriman menjadi 425.968 dari sekitar 475.000.

Meskipun telah menikmati pertumbuhan yang konsisten, Tesla kini menghadapi tekanan persaingan yang semakin ketat dari produsen mobil Tiongkok seperti BYD. BYD bahkan berhasil melampaui Tesla sebagai penjual kendaraan listrik terbesar di dunia setiap kuartal tahun lalu.

Persaingan di pasar kendaraan listrik semakin memanas, terutama dengan masuknya kendaraan murah dari China ke pasar internasional. 

Hal ini membuat pemerintah dan produsen mobil di Barat, seperti Nissan, Honda, dan Tesla, merasa terancam. Selain BYD, produsen mobil Tiongkok lainnya seperti Li Auto, Nio, dan Xpeng juga melaporkan peningkatan penjualan di bulan Maret setelah awal tahun yang lesu.

Baca Juga: Produsen Mobil Listrik Masuk, Pebisnis Kawasan Industri Siap Tampung

Kritikus Tesla, termasuk Dan Ives dari Wedbush, mulai memberikan peringatan tentang kinerja perusahaan tersebut. Ives bahkan menyebut situasi perusahaan saat ini sebagai "kode merah" dan menurunkan target harga sahamnya menjadi US$ 300, sementara sahamnya diperdagangkan sekitar US$ 175.

Untuk meningkatkan penjualan, Tesla akhirnya mengubah pendekatannya dengan merilis iklan digital dan menawarkan uji coba gratis mode "Full Self-Driving" senilai US$ 12.000 per tahun kepada pelanggan. Namun, Musk telah memperingatkan investor bahwa pertumbuhan penjualan Tesla kemungkinan akan sangat rendah tahun ini.




TERBARU

[X]
×