kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Perangi diabetes, Singapura negara pertama di dunia yang larang iklan minuman manis


Sabtu, 12 Oktober 2019 / 11:22 WIB
ILUSTRASI. Pemandangan ikon pariwisata Merlion sebelum lampu dimatikan saat Earth Hour di Singapura 19 Maret 2016.


Sumber: CNN | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  SINGAPURA. Negeri Singapura akan menjadi negara pertama di dunia yang melarang iklan minuman tidak sehat dengan kadar gula tinggi. Hal ini dilakukan dalam komitmen negeri singa tersebut melakukan perang terhadap diabetes.

Mengutip CNN, Sabtu (12/10), larang iklan minuman manis ini berlaku untuk semua platform media, termasuk media cetak, siaran, dan online, kata Menteri Senior Negara untuk Kementerian Kesehatan Edwin Tong.

Baca Juga: Waspada! Makanan 'sugar free' ternyata memakai pemanis buatan

Kepada awak media, ia mengatakan keputusan itu diambil setelah melalui konsultasi publik dalam bentuk survei. Selain melarang iklan, Singapura juga mewajibkan produsen minuman manis untuk menempelkan label nutrisi berkode warna di botol atau tempat minuman serta mencantumkan kualitas gizi dan kadar gula.

Tong menuturkan, kebijakan itu hanyalah langkah pertama negara kota tersebut dalam memerangi diabetes. Dua proposal lainnya, termasuk kemungkinan memperkenalkan bea cukai dan bahkan larangan langsung terhadap minuman gula tinggi masih dalam agenda pemerintah.

Ia mengatakan, pemerintah mempelajarinya secara hati-hati. "Kami ingin menemukan langkah-langkah yang berkelanjutan dalam  jangka panjang, yang membentuk tidak hanya perilaku konsumsi pasar tetapi juga pada sisi penawaran untuk mendorong formulasi,' ujarnya.

Baca Juga: Harga bisa naik lebih dari 2.500%, bagaimana prospek investasi sneakers?




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×