kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.960
  • EMAS702.000 -0,57%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Perangi konten berbahaya, Inggris merencanakan regulasi sosial media


Senin, 08 April 2019 / 09:59 WIB

Perangi konten berbahaya, Inggris merencanakan regulasi sosial media
ILUSTRASI. Theresa May

KONTAN.CO.ID - LONDON. Inggris mengusulkan Undang-Undang keamanan online yang baru pada Senin (8/4). Undang-Undang ini akan memberikan sanksi bagi perusahaan media sosial dan perusahaan teknologi jika gagal melindungi penggunanya dari konten berbahaya.

Mengutip Reuters, Inggris menyoroti mudahnya akses ke materi yang merusak terutama kalangan anak muda menyebabkan kekhawatiran yang berkembang di seluruh dunia setelah kematian Molly Russell, seorang anak berumur 14 tahun yang meninggal setelah menonton konten online tentang depresi dan bunuh diri.


Dalam sebuah makalah kebijakan yang banyak mengekor media Inggris, pemerintah mengatakan akan mempertimbangkan penggunaan denda, memblokir akses ke situs web dan memaksa tanggungjawab manajemen perusahaan teknologi karena gagal membatasi distribusi konten berbahaya.

Pemerintah Inggris juga akan membentuk regulator untuk mengawasi implementasi peraturan.

TechUK, sebuah kelompok perdagangan mengatakan makalah itu merupakan langkah maju yang signifikan, tetapi perlu dikuatkan selama konsultasi 12 pekan. Menurut lembaga ini, beberapa aspek pendekatan pemerintah terlalu kabur.

"Yang sangat penting adalah bahwa kerangka kerja baru itu efektif, proporsional dan dapat diprediksi,"ujar TechUK dalam sebuah pernyataan.

Facebook mengatakan mereka berharap dapat bekerjasama dengan pemerintah untuk memastikan peraturan baru efektif. 

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan, meski internet cukup cerdas dalam menghubungkan orang-orang namun internet tidak cukup melindungi penggunanya terutama anak-anak dan remaja.

"Itu tidak cukup baik, dan sekarang saatnya untuk melakukan berbagai hal secara berbeda," ujar May dalam sebuah pernyataan.

"Kami telah mendengarkan kampanye dan orang tua dan menempatkan kewajiban hukum pada perusahaan internet untuk menjaga penggunanya tetap aman."

 


Sumber : Reuters
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.4795 || diagnostic_web = 16.0338

Close [X]
×