Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minat masyarakat Amerika Serikat untuk bepergian selama libur Hari Kemerdekaan atau Independence Day tahun ini diperkirakan masih berada pada level tertinggi, meski laju pertumbuhannya mulai melambat.
Kenaikan harga tiket pesawat dan bahan bakar menjadi faktor yang menahan sebagian masyarakat untuk melakukan perjalanan, di tengah perayaan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat dan berlangsungnya ajang Piala Dunia FIFA.
Berdasarkan proyeksi AAA, sebanyak 72,2 juta warga Amerika diperkirakan akan melakukan perjalanan sejauh sedikitnya 50 mil dari rumah selama periode 27 Juni hingga 5 Juli. Angka tersebut naik tipis dibandingkan 71,8 juta orang pada periode yang sama tahun lalu.
Meskipun jumlah pelancong masih mencetak rekor baru, peningkatan tersebut jauh lebih moderat dibandingkan pertumbuhan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Rusia Gempur Kyiv dengan Ratusan Drone dan Puluhan Rudal, Sedikitnya 18 Tewas
Kenaikan biaya perjalanan menjadi salah satu penyebab utama. Lonjakan harga minyak mentah dan bahan bakar pesawat akibat konflik geopolitik telah meningkatkan biaya transportasi, sehingga menekan anggaran rumah tangga dan membuat sebagian masyarakat meninjau kembali rencana liburan mereka. Selain itu, prakiraan gelombang panas di sejumlah wilayah Amerika Serikat juga diperkirakan turut memengaruhi keputusan bepergian.
Di sisi lain, tingginya biaya perjalanan berhadapan dengan besarnya antusiasme masyarakat dalam merayakan hari jadi ke-250 Amerika Serikat serta penyelenggaraan Piala Dunia FIFA yang sedang berlangsung.
"Meskipun jumlah keseluruhan wisatawan pada libur Hari Kemerdekaan tampaknya mulai mencapai titik stabil, kami tetap memperkirakan volume perjalanan akan mencetak rekor tertinggi tahun ini," ujar Wakil Presiden AAA Travel, Stacey Barber.
AAA memperkirakan jumlah masyarakat yang bepergian menggunakan kendaraan pribadi maupun pesawat relatif tidak banyak berubah dibandingkan tahun lalu. Namun, perjalanan menggunakan bus, kereta api, dan kapal pesiar diprediksi meningkat cukup tajam.
Sementara itu, John Grant dari OAG Aviation mengatakan kapasitas penerbangan domestik pada tahun ini relatif sama dengan tahun lalu, sehingga permintaan terhadap penerbangan diperkirakan juga tidak akan mengalami perubahan yang signifikan.
Kota-kota besar diprediksi akan menjadi pusat keramaian selama libur panjang tersebut. AAA mencatat destinasi seperti New York, Chicago, dan Boston menjadi tujuan favorit wisatawan berkat pertunjukan kembang api serta berbagai rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan.
Lonjakan permintaan juga terlihat pada sektor perhotelan. Agen perjalanan daring HotelPlanner mencatat pemesanan hotel di Washington, D.C. selama akhir pekan libur meningkat lima kali lipat dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, tarif rata-rata kamar hotel naik sekitar 35%.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Tiga Hari Beruntun, Selat Hormuz Kembali Normal
"Perayaan hari jadi yang bersejarah ini kemungkinan membuat masyarakat lebih sedikit membatalkan atau mengubah rencana perjalanan mereka, meskipun cuaca panas menjadi perhatian," ujar CEO perusahaan pengelola penyewaan rumah liburan Casago, Steve Schawb.
Babak Gugur Piala Dunia Dongkrak Permintaan Wisata
Selain perayaan Hari Kemerdekaan, berlangsungnya babak gugur Piala Dunia FIFA turut menjadi pendorong meningkatnya permintaan perjalanan di sejumlah kota tuan rumah.
Berdasarkan data perusahaan analitik AirDNA, permintaan penyewaan rumah liburan di Miami melonjak 68% menjelang pertandingan babak gugur antara Argentina yang diperkuat Lionel Messi melawan Cape Verde.
Negara bagian Texas juga menjadi salah satu wilayah yang paling diuntungkan. Kawasan ini menikmati lonjakan kunjungan berkat penyelenggaraan pertandingan Piala Dunia di Dallas dan Houston, yang bertepatan dengan berbagai perayaan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat.
Perusahaan penyewaan kendaraan rekreasi RVshare juga mencatat Texas menjadi negara bagian dengan jumlah pemesanan kendaraan rekreasi (RV) tertinggi untuk libur akhir pekan 4 Juli tahun ini.














