kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Peretasan US$ 6,3 Miliar, CFO Binance Kaiser Ng Mundur


Minggu, 08 November 2026 / 07:11 WIB
Peretasan US$ 6,3 Miliar, CFO Binance Kaiser Ng Mundur
ILUSTRASI. CFO Binance Kaiser Ng mundur setelah lebih dari lima tahun menjabat, di tengah kasus peretasan aset kripto senilai US$ 6,3 miliar (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa kepemimpinan di Binance terjadi di tengah sorotan terhadap keamanan platform perdagangan aset kripto terbesar di dunia tersebut.

Chief Financial Officer (CFO) Binance, Kaiser Ng, memutuskan mundur dari jabatannya untuk mengembangkan usaha baru, hanya beberapa hari setelah perusahaan menghadapi insiden peretasan bernilai miliaran dolar.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Sabtu (7/11/2026), Co-Chief Executive Officer Binance, Yi He, mengatakan bahwa Kaiser Ng akan meninggalkan perusahaan setelah lebih dari lima tahun bergabung.

"Kaiser Ng telah memutuskan untuk mengembangkan usaha baru setelah lebih dari lima tahun bekerja di Binance, dengan rencana transisi yang telah dilaksanakan selama enam bulan terakhir," ujar Yi He.

Baca Juga: Tesla Tambah Shift Produksi Cybertruck, Pesanan Menumpuk Jelang Ekspansi Cybercab

Posisi CFO Binance selanjutnya akan diisi oleh Justin Yek. Ia merupakan eksekutif keuangan berpengalaman yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Bidang Keuangan di Airwallex.

Pergantian CFO ini diumumkan lebih dari sepekan setelah Binance mengungkapkan adanya serangan siber yang menyebabkan pencurian aset kripto senilai US$ 6,3 miliar. Serangan tersebut disebut sebagai salah satu aksi peretasan terbesar yang pernah terjadi di industri aset kripto.

Binance mengungkapkan, insiden keamanan yang terjadi pada 29 Oktober itu bermula dari kompromi terhadap sejumlah komputer milik karyawan perusahaan, yang telah berlangsung beberapa bulan sebelumnya.

Menurut Binance, peretas menggunakan perangkat lunak berbahaya atau malware yang disisipkan dalam unduhan perangkat lunak serta modus perekrutan kerja palsu yang menyasar para insinyur perusahaan.

Binance menyatakan akan mengganti sepenuhnya kerugian yang dialami pelanggan terdampak akibat insiden tersebut.

Baca Juga: China Pimpin Daftar Pelajar Terpintar Dunia 2026, Indonesia Urutan Berapa?

Sementara itu, Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) mengaitkan aksi pencurian tersebut dengan kelompok peretas asal Korea Utara. Namun, pemerintah Korea Utara telah membantah tuduhan tersebut.

Kaiser Ng menjabat sebagai CFO Binance sejak Januari 2022. Berdasarkan profil LinkedIn miliknya, ia juga pernah berkarier di bursa aset kripto pesaing Binance, Kraken.

Kepergian Ng menjadi perhatian karena terjadi ketika Binance tengah menghadapi tekanan untuk memperkuat sistem keamanan dan menjaga kepercayaan pengguna setelah insiden peretasan berskala besar tersebut.


Video Terkait



TERBARU

[X]
×