kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Permintaan alat berat Korsel naik


Jumat, 04 Januari 2013 / 07:34 WIB
Permintaan alat berat Korsel naik
ILUSTRASI. Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat menggunakan mesin cuci. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Sumber: Bloomberg | Editor: Uji Agung Santosa

SEOUL. Tiga perusahaan alat berat asal Korea Selatan, yaitu Hyundai Heavy Industries Co, Samsung Heavy Industries Co, dan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co, memperkirakan bakal ada lonjakan permintaan produk mereka pada tahun ini. Lonjakan permintaan terutama pada proyek pengeboran lepas pantai dan unit produksi. 


Hyundai menargetkan order pembuatan kapal, proyek lepas pantai, dan pembangunan pabrik naik 52% menjadi US$ 29,7 miliar. Sedangkan Samsung menargetkan proyek US$ 13 miliar pada tahun ini, naik 35% dibanding 2012. "Permintaan fasilitas lepas pantai, termasuk kapal bor dan unit produksi terapung akan terus meningkat tahun ini," imbuh Ko Jae Ho, CEO Daewoo.


Pada tahun lalu, Daewoo berhasil mendapatkan proyek sebesar US$ 14,3 miliar, yang melebihi proyeksi sebelumnya US$ 11 miliar. Prospek tahun ini dipicu ekspansi sejumlah perusahaan minyak seperti Petroleo Brasileiro SA dan Exxon Mobil Corp.




TERBARU

[X]
×