kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45764,61   -6,06   -0.79%
  • EMAS887.000 -1,88%
  • RD.SAHAM 0.90%
  • RD.CAMPURAN 0.65%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.47%

Permintaan ventilator meningkat, Li Xiting tambah kekayaan US$ 3,5 miliar


Jumat, 03 April 2020 / 15:33 WIB
Permintaan ventilator meningkat, Li Xiting tambah kekayaan US$ 3,5 miliar
ILUSTRASI. Dolar Singapura

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Pandemi virus corona menghancurkan ekonomi, pasar, dan kekayaan di Singapura. Kendati demikian tiga pendiri perusahaan yang membuat ventilator menambahkan senilai US$ 7 miliar untuk gabungan kekayaan mereka tahun ini seperti pemberitaan Bloomberg pada Jumat (3/4).

Alat itu diandalkan oleh penyedia layanan kesehatan untuk menjaga pasien yang sakit tetap hidup. Saham produser alat itu, Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics Co telah naik 40%, lantaran lonjakan permintaan untuk perangkat yang menyelamatkan jiwa itu. Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus ini, telah membanjiri rumah sakit di seluruh dunia dengan pasien yang kesulitan bernapas.

Pendiri dan CEO Mindray Bio-Medical Electronics Co Li Xiting telah menambahkan kekayaan bersih senilai US$ 3,5 miliar. Kini ia memiliki kekayaan US$ 12,5 miliar pada akhir Kamis, menurut Bloomberg Billionaires Index. Ia tercatat sebagai orang paling tajir di Singapura.

Baca Juga: Kasus infeksi corona di Singapura naik dari 100 menjadi 1.000 dalam sebulan

Hal ini menempatkannya sebagai salah satu dari lima orang terkaya top di dunia. Jeff Bezos naik US$ 3,4 miliar, sementara Bill Gates turun US$ 15,3 miliar.

Krisis kesehatan global telah mengekspos kekurangan ventilator. Sementara perusahaan-perusahaan dari Ford Motor Co dan General Motors Co bergegas membantu meningkatkan produksi mereka. 

Sekretaris dewan Mindray Li Wenmei mengatakan bahwa permintaan global setidaknya 10 kali lipat dari apa yang tersedia di rumahsakit.

Sebagai gambaran, New York hanya memiliki persediaan enam hari lagi dari kehabisan pasokan, menurut Gubernur negara bagian Andrew Cuomo.

Jumlah kematian di seluruh dunia telah melebihi 52.000 sementara infeksi telah mencapai 1 juta. Italia dan Spanyol adalah yang paling terkena dampak di Eropa, tetapi penyakit ini juga telah menyebar dengan cepat di seluruh AS, di mana Presiden Donald Trump memperingatkan 100.000 kematian atau lebih.

Perhimpunan Critical Care Medicine memperkirakan bahwa 960.000 pasien akan membutuhkan dukungan ventilator di AS. Tetapi negara ini hanya memiliki sekitar 200.000 mesin semacam itu. 

Di Italia, negara dengan jumlah kematian terbanyak, kekurangan ventilator yang parah telah memaksa dokter melakukan triase pasien.

Sampai akhir bulan lalu, ventilator Mindray tidak memiliki persetujuan di pasar AS tetapi Food and Drug Administration mengizinkan penggunaannya berdasarkan aturan darurat yang dirancang untuk membantu mengurangi kekurangan tersebut. Langkah itu juga telah meningkatkan prospek Mindray.

Otoritas juga telah memberikan peluang bagi produk ventilator China untuk memasuki pasar AS dengan cepat. Analis yang dipimpin oleh Tian Jiaqiang di Citic Securities Co menulis dalam catatan penelitian minggu ini.


Tag

TERBARU

[X]
×