Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Sektor manufaktur Jepang berekspansi pada laju paling lambat dalam 7 bulan pada Oktober 2026, karena pertumbuhan produksi dan pesanan baru melambat, menurut survei bisnis yang dirilis pada hari Jumat (23/10/2026).
Indeks Manajer Pembelian Manufaktur (PMI) S&P Global Jepang turun menjadi 53,3 pada Oktober 2026, dari posisi 54,1 pada September. Angka di atas 50,0 menunjukkan ekspansi aktivitas, sementara di bawah level tersebut menandakan kontraksi.
Pesanan baru produsen barang naik pada laju terlemah sejak Maret 2026, sementara bisnis ekspor baru di seluruh sektor swasta Jepang meningkat pada laju terlemah dalam empat bulan.
Baca Juga: Inflasi Inti Jepang Tembus 2%, BOJ Proyeksi Segera Naikkan Suku Bunga Acuan
Produsen mencatat kenaikan produksi terlemah sejak Maret 2026, sementara produsen barang mencatat kenaikan pesanan baru paling lambat sejak Maret 2026, menurut survei tersebut.
Lapangan kerja pabrik meningkat dengan laju moderat pada Oktober 2026. Para produsen juga meningkatkan aktivitas pembelian, yang menyebabkan akumulasi stok pembelian terbesar dalam hampir empat tahun.
Aktivitas jasa sedikit meningkat pada bulan Oktober. Indeks Aktivitas Bisnis PMI Jasa S&P Global Jepang naik menjadi 52,0 dari 51,3, dengan survei menunjukkan peningkatan aktivitas bisnis yang lebih kuat dan pertumbuhan penjualan yang lebih cepat.
Pada tingkat ekonomi yang lebih luas, Indeks Output PMI Komposit S&P Global Jepang tidak berubah pada 52,3, menandai bulan ke-19 berturut-turut ekspansi dalam aktivitas sektor swasta.
"Data PMI Oktober menunjukkan bahwa pertumbuhan aktivitas bisnis secara keseluruhan di Jepang tidak berubah dari bulan sebelumnya dan tetap lebih lemah daripada rata-rata untuk tahun berjalan," kata Usamah Bhatti, ekonom di S&P Global Market Intelligence.
Baca Juga: Apple Resmi Jual iPhone Lipat, IDC Ramal Kuasai 44% Pasar pada 2026
Di seluruh sektor swasta, bisnis baru meningkat dengan laju paling lambat dalam tiga bulan dan pertumbuhan bisnis ekspor melambat ke level terendah empat bulan. Penciptaan lapangan kerja melambat ke level terendah dalam 14 bulan, sementara kepercayaan untuk tahun mendatang melemah ke level terendah sejak Juli.
Inflasi biaya input sedikit meningkat pada bulan Oktober, didorong oleh biaya bahan baku dan tenaga kerja yang lebih tinggi. Perusahaan terus menaikkan harga jual, meskipun inflasi biaya output mereda ke level terendah dalam empat bulan.














