kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.093   13,00   0,07%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Inflasi Inti Jepang Tembus 2%, BOJ Proyeksi Segera Naikkan Suku Bunga Acuan


Jumat, 23 Oktober 2026 / 07:32 WIB
Inflasi Inti Jepang Tembus 2%, BOJ Proyeksi Segera Naikkan Suku Bunga Acuan
ILUSTRASI. Indeks Harga Konsumen (IHK) inti Jepang bulan September naik 2,1% YoY. Tekanan harga yang meluas mengimbangi dampak subsidi bahan bakar pemerintah (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Inflasi konsumen inti tahunan Jepang melampaui target 2% yang ditetapkan Bank of Japan (BOJ) pada bulan September—untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan. Data yang dirilis pada hari ini menunjukkan adanya tekanan harga yang meluas, yang memperkuat argumen bagi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Indeks Harga Konsumen (IHK) inti—yang tidak mencakup bahan pangan segar yang harganya fluktuatif, namun tetap memasukkan biaya bahan bakar—naik 2,1% pada bulan September 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, sesuai dengan median prakiraan pasar. Angka ini menyusul kenaikan sebesar 1,7% pada bulan Agustus.

Sementara itu, indeks yang tidak mencakup bahan pangan segar maupun bahan bakar—yang dipantau ketat oleh BOJ sebagai indikator yang lebih akurat untuk mengukur tekanan harga yang didorong oleh permintaan—naik 2,4% pada bulan September 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, setelah mencatat kenaikan 1,9% pada bulan Agustus 2026.

Baca Juga: Bohongi Pengguna soal Privasi, Meta Didenda Rp452 Triliun

Angka-angka tersebut menyoroti bagaimana tingginya biaya bahan bakar akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah, harga impor yang melonjak karena pelemahan yen, serta tekanan harga dari permintaan kecerdasan buatan (AI) yang kuat, telah meredam dampak subsidi bahan bakar dari pemerintah.

Setelah menaikkan suku bunga bulan lalu, Bank Sentral Jepang (BOJ) diperkirakan akan mempertahankan kebijakan moneternya pada pertemuan minggu depan. Namun, menurut sumber yang berbicara kepada Reuters, BOJ mungkin akan merevisi naik prakiraan inflasinya dan memberi sinyal kesiapan untuk terus menaikkan biaya pinjaman yang saat ini masih tergolong rendah.

Bulan lalu, BOJ menaikkan suku bunga acuannya ke level tertinggi dalam 31 tahun, yakni 1,25%. Langkah ini menandakan pergeseran fokus kebijakan untuk mencegah inflasi inti melampaui target, sekaligus membuka peluang bagi kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda telah memperingatkan bahwa inflasi inti—atau tren harga secara luas setelah mengecualikan faktor-faktor yang bersifat sementara dan sekali waktu—dapat melampaui target 2%. Hal ini dipicu oleh tekanan harga yang bersumber dari konflik di Timur Tengah, pelemahan yen, serta tingginya permintaan terkait kecerdasan buatan (AI).


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×