Pertumbuhan pendapatan Zoom diperkirakan akan semakin melandai

Selasa, 01 Desember 2020 | 14:07 WIB   Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Pertumbuhan pendapatan Zoom diperkirakan akan semakin melandai

ILUSTRASI. Logo Zoom. REUTERS/Dado Ruvic

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Perusahaan penyedia layanan konferensi video, Zoom Video Communications Inc memproyeksikan pendapatan pada kuartal IV yang akan berakhir pada Januari 2021 akan mengalami penurunan dari kuartal sebelumnya. Namun, perkiraan tersebut lebih tinggi dari proyeksi analis. 

Proyeksi penurunan pertumbuhan pendapatan itu dari kuartal-kuartal sebelumnya telah memicu kekhawatiran investor bahwa ledakan pengguna Zoom akibat pandemi mungkin akan segera berakhir. Itu membuat harga sahamnya anjlok 5% pada perdagangan Senin (30/11).

Seperti dilansir Bloomberg, Selasa (1/12), Zoom memperkirakan pendapatan pada kuartal ini akan mencapai US$ 811 juta. Sedangkan rata-rata prediksi analisnya hanya US$ 719 juta. Proyeksi perusahaan itu meningkat 330% secara year on year (yoy), sedikit menurun dari pertumbuhan dua kuartal sebelumnya. 

Proyeksi perlambatan pertumbuhan pendapatan tersebut menyoroti kekhawatiran investor pada tahun 2021 bukan tahun yang menguntungkan bagi Zoom, tidak seperti tahun 2020 ini diuntungkan karena banyak pekerja dipaksa bekerja dari rumah dan  pelajar harus melakukan pembelajaran secara online. 

Sepanjang tahun ini, saham Zoom telah melonjak tujuh kali lipat, menambah pertanyaan apakah perusahaan ini sudah dinilai terlalu tinggi saat ini. Wall Street. Analis tengah bertanya-tanya berapa lama lonjakan itu bakal bertahan. 

Baca Juga: Cuma sampai besok, Zoom meeting buka akses video call tanpa batasan waktu

Investor juga agak kecewa dengaan biaya yang ditanggung Zoom. Perusaahaan ini melaporkan margin kotor sebesar 68% pada kuartal III tahun fiskal, turun dari 72,3% pada periode yang sama tahun sebelumnyaa dan dari kuartal sebelumnya sebesar 71,8%.

Zoom mengatakan penurunan margin disebabkan biaya terkait layanan cloud publik untuk mendukung pengguna gratis. 
Eksekutif Zoom mengatakan, margin tersebut tidak akan jauh berubah hingga akhir tahun fiskal. 

Pada kuartal III yang berakhir pada 31 Oktober, Zoom mencatatkan penjualan US$ 777,2 juta atau meningkat 367% yoy.  
Sementara keuntungan, tidak termasuk beberapa item, mencapai 99 sen per saham. Analis sebelumnya memproyeksikan pendapatan perusahaan ini mencapai  US$ 693,4 juta dan laba yang disesuaikan sebesar 75 sen.

Saham Zoom meningkat ketika lockdown akibat Covid-19 muncul dan jatuh karena kabar baik tentang vaksin. 

Chief Executive Officer Zoom Eric Yuan telah mencoba mendiversifikasi kemampuan Zoom untuk perusahaan besar, bisnis kecil dan menengah, serta individu sehingga perusahaan dapat berkembang setelah virus corona dikendalikan dan lebih banyak pekerja yang kembali ke kantor mereka. 

Pembuat perangkat lunak ini pada bulan Oktober mengumumkan peluncuran OnZoom, sebuah platform untuk menyelenggarakan kelas berbayar, pelajaran, dan acara amal. Perusahaan juga memulai Zoom Apps, cara untuk mengintegrasikan Zoom dengan lebih erat dengan aplikasi lain yang digunakan selama konferensi video.

Zoom menyebut Amazon Web Services sebagai penyedia cloud pilihannya. Keduanya telah bermitra sejak 2011, tetapi Zoom baru-baru ini mulai menggunakan cloud Oracle Corp. 

Secara terpisah, Zoom mengatakan akan membelanjakaan belanja modal pada periode saat ini untuk meningkatkan kapasitas pusat datanya sendiri. Langkah seperti itu dapat mengurangi ketergantungan perusahaan pada layanan cloud.

Zoom tercatat memiliki 433.700 pelanggan korporasi yang masing-masing memiliki karyawan di atas 10 per kuartal III. Sebanyak 1.289 pelanggan menyumbang lebih dari US$ 100.000 terhadap pendapatan perusahaan selama 12 bulan. 

Angka tersebut melampaui perkiraan rata-rata analis, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

"Kami tetap fokus pada kebutuhan komunikasi pelanggan dan komunitas kami saat mereka menavigasi lingkungan saat ini dan beradaptasi dengan dunia kerja baru dari mana saja menggunakan Zoom," kata Yuan dalam pernyataannya dikutip Bloomberg. 

Selanjutnya: Catat tanggalnya! Zoom meeting segera berikan akses video call tanpa batas

 

Editor: Herlina Kartika Dewi

Terbaru