kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.888   12,00   0,07%
  • IDX 6.333   64,71   1,03%
  • KOMPAS100 829   7,01   0,85%
  • LQ45 629   3,52   0,56%
  • ISSI 220   3,07   1,42%
  • IDX30 352   0,89   0,25%
  • IDXHIDIV20 428   -0,85   -0,20%
  • IDX80 95   0,79   0,84%
  • IDXV30 118   0,38   0,32%
  • IDXQ30 112   -0,03   -0,02%

PFA vs EFL: Sengketa Batas Gaji Pemain di League One Memanas


Rabu, 12 Agustus 2026 / 11:00 WIB
PFA vs EFL: Sengketa Batas Gaji Pemain di League One Memanas
ILUSTRASI. Liga Primer Inggris (Action Images via Reuters/Andrew Boyers)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - Perseteruan antara Professional Footballers' Association (PFA) dan English Football League (EFL) di League One terkait batas pengeluaran gaji pemain berlanjut.

Sengketa ini muncul setelah EFL mengumumkan perubahan kerangka aturan keuangan yang akan mulai berlaku pada musim 2026-27.

EFL akan mengganti sistem Profitability and Sustainability (P&S) dengan Squad Cost Rules (SCR). Salah satu perubahan utamanya adalah pengetatan batas pengeluaran untuk gaji pemain.

Mengutip laporan BBC, PFA menilai proses penerapan aturan tersebut bermasalah. Sementara EFL bersikukuh bahwa aturan baru diperlukan untuk menjaga kesehatan finansial klub-klub League One.

Baca Juga: UEFA vs FIFA Memanas: Ini Daftar Konflik Besar Keduanya

PFA Tempuh Jalur Hukum Lawan EFL

PFA menilai EFL tidak seharusnya menerapkan perubahan aturan tanpa adanya persetujuan penuh dari Professional Football Negotiating and Consultative Committee (PFNCC).

Komite tersebut merupakan forum yang melibatkan EFL bersama PFA, Football Association (FA), dan Premier League (EPL).

Menurut PFA, proses pemungutan suara klub mengenai aturan baru tidak sesuai dengan mekanisme konsultasi dan persetujuan yang seharusnya dijalankan.

"Kami percaya bahwa proses yang digunakan klub untuk memilih penerapan langkah-langkah baru ini, yang secara artifisial membatasi dan memperketat jumlah yang dapat dibelanjakan klub untuk gaji pemain, tidak sesuai dengan proses konsultasi dan persetujuan yang diwajibkan," kata PFA dalam pernyataannya.

EFL Pangkas Batas Pengeluaran Gaji

Di bawah aturan SCR yang baru, klub League One hanya boleh menghabiskan maksimal 50% dari pendapatan mereka untuk gaji pemain. Batas tersebut sebelumnya berada di angka 60%.

Perubahan juga berlaku bagi klub yang baru terdegradasi dari Championship.

Pada musim pertama mereka di League One, klub-klub tersebut kini hanya boleh mengalokasikan maksimal 65% pendapatan untuk gaji, turun dari sebelumnya 75%.

Selain gaji pemain, bayaran manajer juga dimasukkan ke dalam perhitungan Squad Cost Rules.

Klub juga dibatasi untuk menggunakan maksimal 50% suntikan dana dari pemilik untuk membayar gaji.

Dengan demikian, ruang klub untuk meningkatkan anggaran pemain menjadi lebih terbatas.

Baca Juga: Bos LaLiga Javier Tebas Kritik FIFA: Era Infantino Harus Berakhir

Mengapa PFA Menentang Aturan Ini?

 PFA berpendapat aturan baru tersebut secara langsung membatasi kemampuan klub untuk mengeluarkan uang bagi pemain.

Persatuan pemain tersebut bukan hanya mempersoalkan besaran batas gaji, tetapi juga proses yang ditempuh EFL dalam memberlakukan aturan tersebut.

PFA beranggapan perubahan yang berdampak terhadap kondisi kerja pemain semestinya melalui proses konsultasi dan kesepakatan yang sesuai dengan mekanisme PFNCC.

EFL: Ini untuk Menjaga Keuangan Klub

EFL menilai aturan baru tidak dapat dikategorikan sebagai perubahan besar terhadap regulasi kompetisi yang memengaruhi syarat dan ketentuan kerja pemain.

"Kami tidak menganggap aturan baru ini sebagai perubahan besar dalam regulasi liga yang memengaruhi syarat dan ketentuan kerja seorang pemain," kata EFL.

EFL juga menegaskan bahwa Squad Cost Rules dibuat untuk mendorong klub mengelola pengeluaran secara bertanggung jawab.

"Ini bukan tentang merusak kepentingan pemain. Ini tentang menciptakan lingkungan yang stabil sehingga klub dapat memenuhi kewajibannya dan terus berinvestasi dalam sepak bola," lanjut pernyataan tersebut.

EFL menyatakan akan tetap berkomunikasi dengan PFA dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Namun, EFL juga menegaskan bahwa mereka tidak sepakat dengan posisi hukum PFA.

Baca Juga: Konsorsium Bezos Siap Akuisisi Liverpool, Nilainya Tembus Rp107 Triliun


Tag


TERBARU

[X]
×