kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Piala Dunia 2026 Masih Berlangsung, AS Buka Peluang Jadi Tuan Rumah Tahun 2038


Minggu, 28 Juni 2026 / 14:36 WIB
Piala Dunia 2026 Masih Berlangsung, AS Buka Peluang Jadi Tuan Rumah Tahun 2038
ILUSTRASI. Suasana Vancouver sambut Piala Dunia 2026 (ANTARA FOTO/ARIF PRADA)


Sumber: BBC | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.   Di tengah masih serunya pertandingan Piala Dunia 2026, Amerika Serikat (AS) membuka peluang untuk kembali menjadi tuan rumah turnamen sepak bola terbesar di dunia pada edisi tahun 2038.

Direktur Eksekutif Satuan Tugas Piala Dunia Gedung Putih, Andrew Giuliani menjelaskan, AS memiliki kapasitas dan infrastruktur yang memadai apabila FIFA memutuskan memperluas jumlah peserta Piala Dunia di masa mendatang.

Saat ini Amerika Serikat menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 dengan Kanada dan Meksiko. Turnamen kali ini menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara peserta. Meningkat dari format sebelumnya yang hanya melibatkan 32 tim.

FIFA sendiri tengah mempertimbangkan penambahan jumlah peserta menjadi 64 tim mulai Piala Dunia 2030. "Ketika Anda memikirkan bahwa suatu saat Piala Dunia dapat berkembang menjadi 64 tim, saya rasa AS mampu menanganinya," kata Giuliani, dikutip dari BBC, Sabtu (27/6). 

Tapi ia menegaskan, fokus utama pemerintah AS saat ini adalah memastikan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 berjalan sukses hingga partai final pada 19 Juli mendatang. "Biarkan kami menyelesaikan Piala Dunia ini terlebih dahulu sebelum mengajukan penawaran untuk 2038 atau turnamen lainnya," ujarnya.

Baca Juga: AS Sita 400 Domain Streaming Ilegal Piala Dunia FIFA, Libatkan Banyak Negara

Piala Dunia 2038 menjadi edisi berikutnya yang masih membuka peluang pencalonan tuan rumah. Sementara itu, Piala Dunia 2030 akan digelar bersama oleh Spanyol, Portugal, dan Maroko.  Tiga laga pembuka berlangsung di Uruguay, Argentina, dan Paraguay untuk memperingati 100 tahun Piala Dunia. Adapun Piala Dunia 2034 telah ditetapkan berlangsung di Arab Saudi.

Meski menjadi tuan rumah utama dengan menggelar 78 dari total 104 pertandingan, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di AS diwarnai sejumlah isu.

Sejumlah organisasi hak asasi manusia sebelumnya mengeluarkan imbauan kepada suporter, pemain, jurnalis, dan pengunjung agar berhati-hati saat bepergian ke Negeri Paman Sam. Peringatan tersebut muncul di tengah kebijakan pengetatan imigrasi yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump. Selain itu, tingginya biaya perjalanan selama turnamen juga menjadi sorotan.

Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran turut berdampak pada penyelenggaraan turnamen. Sejumlah anggota staf tim nasional Iran dilaporkan tidak memperoleh visa masuk ke Amerika Serikat sehingga tim memindahkan markasnya dari Arizona ke Tijuana, Meksiko.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Giuliani tetap optimistis AS mampu kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia. "Tidak ada negara yang lebih siap menjadi tuan rumah Piala Dunia dibandingkan Amerika Serikat," ujarnya.

Menurut Giuliani, AS memiliki infrastruktur olahraga yang telah tersedia, termasuk stadion-stadion berkapasitas besar yang dapat digunakan tanpa memerlukan pembangunan masif seperti di sejumlah negara lain.

"Kami sudah memiliki stadion yang siap digunakan. Dibandingkan negara lain yang harus mengeluarkan puluhan miliar dolar AS untuk membangun infrastruktur, biaya yang kami keluarkan hanya beberapa miliar dolar," katanya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×