kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

PM Inggris: Kenaikan kasus di negara lain, peringatan bagi kami


Rabu, 13 Mei 2020 / 22:51 WIB
PM Inggris: Kenaikan kasus di negara lain, peringatan bagi kami
ILUSTRASI. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berjalan kaki di pusat Kota London menyusul penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) di London, Inggris, Senin (11/5/2020).


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - LONDON. Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan, kenaikan kasus virus corona baru di negara-negara lain yang melonggarkan beberapa pembatasan adalah peringatan bagi Inggris untuk tidak bergerak terlalu cepat.

“Kami mengamati dengan seksama, apa yang terjadi di negara lain dan sangat penting bahwa di beberapa negara, di mana telah melakukan relaksasi, ada tanda-tanda R (angka reproduksi) naik lagi," kata Johnson.

"Dan, itu adalah peringatan yang sangat jelas bagi kami untuk tidak untuk melakukan (pelonggaran pembatasan) terlalu cepat atau terlalu ceroboh," ujarnya kepada parlemen, Rabu (13/5), seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Kasus corona di Rusia tembus 240.000, tertinggi kedua di dunia

Kementerian Kesehatan Inggris, Rabu (13/5), mengatakan, angka kematian akibat virus corona di negeri Ratu Elizabeth II bertambah 494 orang dalam 24 jam terakhir. Sehingga, total yang meninggal menjadi 33.186 orang.

Tapi, jika menghitung kematian dugaan kasus virus corona, maka jumlah yang meninggal di Inggris lebih dari 40.000 orang.




TERBARU

[X]
×