Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - LONDON. Aktivitas sektor manufaktur di kawasan ASEAN tetap menunjukkan perbaikan solid pada Agustus 2026. Meski momentum sedikit melemah dibandingkan Juli, kondisi permintaan tetap kuat, tercermin dari pertumbuhan pesanan baru yang mendekati rekor.
Berdasarkan rilis S&P Global, Kamis (3/9/2026), Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor manufaktur ASEAN tercatat berada di 52,3 pada Agustus. Realisasi tersebut turun tipis dari 52,8 pada Juli.
Penurunan indeks utama terutama disebabkan pertumbuhan produksi yang sedikit lebih lambat. Kendati demikian, produksi masih meningkat dengan laju yang tergolong kuat. Pada saat yang sama, ketenagakerjaan dan persediaan pembelian kembali menurun, meskipun keduanya hanya mengalami penurunan marginal.
Maryam Baluch, Ekonom S&P Global Market Intelligence, mengatakan, sektor manufaktur ASEAN terus mencatat perbaikan solid pada Agustus. “Perbaikan didukung oleh kondisi permintaan yang tetap tangguh, terutama di pasar domestik,” tutur Baluch, dalam rilis pers, Kamis (3/9/2026).
Baluch menambahkan, penguatan tingkat keyakinan dan meredanya tekanan harga menunjukkan posisi kawasan yang cukup baik untuk mempertahankan momentum pertumbuhan memasuki paruh kedua tahun ini.
Baca Juga: Permintaan Baru Pacu Penguatan Aktivitas Bisnis, PMI Singapura Melonjak
“Tingkat keyakinan juga menguat, sementara tekanan harga mereda, menunjukkan bahwa kawasan ini berada dalam posisi yang baik untuk terus meningkatkan momentum seiring memasuki paruh kedua tahun ini,” imbuh Baluch.
Pendorong utama kinerja manufaktur ASEAN pada Agustus adalah kenaikan pesanan baru. Pesanan baru meningkat dengan cepat dan mendekati rekor, dengan laju pertumbuhan hanya sedikit di bawah rekor survei yang tercatat pada Februari.
Kuatnya pertumbuhan pesanan baru menunjukkan kondisi permintaan masih tangguh meskipun momentum produksi sedikit melambat. Aktivitas pembelian juga tetap meningkat solid, walaupun lajunya sedikit lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara itu, penumpukan pekerjaan yang belum terselesaikan (backlog) terus meningkat dengan laju yang sama seperti Juli. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan terhadap kapasitas produksi masih tinggi.
Menurut Baluch, perlambatan produksi tidak menghilangkan prospek penguatan manufaktur. Alasannya, tekanan kapasitas dan aktivitas pembelian masih menunjukkan permintaan yang berkelanjutan. 
“Pertumbuhan produksi sedikit melambat, tetapi tetap solid secara keseluruhan. Pada saat yang sama, penurunan tenaga kerja dan persediaan pembelian yang kembali terjadi, meskipun hanya marginal, kemungkinan bersifat sementara, mengingat tekanan terhadap kapasitas yang meningkat, aktivitas pembelian yang terus berlanjut, serta tanda-tanda pemulihan di seluruh rantai pasok,” terang dia.
Sementara optimism pebisnis terhadap prospek produksi dalam setahun ke depan semakin meningkat. Indeks Aktivitas Masa Depan naik untuk dua bulan berturut-turut pada Agustus dan mencapai level tertinggi dalam hampir empat tahun.
Kenaikan keyakinan tersebut menjadi salah satu sinyal positif bagi prospek manufaktur ASEAN setelah kondisi sektor sebelumnya sangat terdampak oleh perang di Timur Tengah. Triwulan ketiga diperkirakan akan jauh lebih kuat dibandingkan periode sebelumnya.














