kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.045   11,00   0,06%
  • IDX 4.932   -253,02   -4,88%
  • KOMPAS100 620   -37,63   -5,72%
  • LQ45 479   -29,15   -5,73%
  • ISSI 170   -9,02   -5,03%
  • IDX30 268   -15,78   -5,56%
  • IDXHIDIV20 347   -19,20   -5,24%
  • IDX80 71   -4,26   -5,65%
  • IDXV30 98   -4,22   -4,12%
  • IDXQ30 88   -5,22   -5,61%

Populasi Beijing Diprediksi Super-Tua 2035, Sepertiga Warga Berusia 60 Tahun ke Atas


Senin, 19 Oktober 2026 / 08:18 WIB
Populasi Beijing Diprediksi Super-Tua 2035, Sepertiga Warga Berusia 60 Tahun ke Atas
ILUSTRASI. Bursa China (REUTERS/Jason Lee)

Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Populasi Beijing, China, diperkirakan memasuki kategori super-aged pada 2035, ketika sekitar sepertiga penduduk ibu kota tersebut berusia 60 tahun ke atas.

Penuaan penduduk ini menjadi tantangan bagi ekonomi China, terutama dalam menjaga konsumsi domestik dan membiayai kebutuhan pensiun.

Mengutip laporan media resmi Beijing Daily pada Sabtu (17/10/2026), jumlah penduduk tetap Beijing berusia 60 tahun ke atas telah mencapai 5,29 juta orang pada akhir 2025, atau hampir seperempat dari total populasi kota tersebut.

Baca Juga: IPhone Duo Ludes Saat Pre-order, Harga di Pasar Resale Di Negara Ini Rp 69,9 Juta

Pemerintah Beijing pun meningkatkan dukungan bagi penduduk lanjut usia, termasuk melalui kenaikan pensiun dasar.

Penuaan penduduk menjadi salah satu persoalan struktural yang dihadapi pemerintah China. Populasi negara tersebut telah menyusut sejak 2022, sementara jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat.

Kondisi ini berpotensi menambah tekanan terhadap anggaran pensiun, terlebih ketika ratusan juta orang diperkirakan akan keluar dari angkatan kerja.

Pada saat yang sama, pemerintah menghadapi tantangan untuk mendorong konsumsi domestik dan mengendalikan tingkat utang.

Sejumlah demografer dan ekonom menilai penurunan jumlah kelahiran saat ini dapat mengurangi jumlah rumah tangga pada masa mendatang dan memperlambat pertumbuhan konsumsi.

Dengan demikian, perubahan struktur demografi berpotensi memengaruhi permintaan domestik dalam jangka panjang.

Baca Juga: Harga Minyak Tergelincir di Pagi Ini (19/10): Brent Anjlok 1,3% dan WTI Turun 0,5%

Pemerintah China telah menjadikan kebijakan kependudukan sebagai bagian penting dari strategi ekonomi nasional.

Reuters memperkirakan, pemerintah menghadapi potensi biaya sekitar 180 miliar yuan atau setara US$ 26,92 miliar pada tahun ini untuk mendorong angka kelahiran.

Tantangan tersebut menunjukkan bahwa upaya mengatasi penuaan penduduk tidak hanya berkaitan dengan layanan sosial dan kesejahteraan lansia, tetapi juga keberlanjutan pembiayaan pensiun, ketersediaan tenaga kerja, dan prospek konsumsi domestik China.



TERBARU

×