kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Potensi gagal bayar Mesir merangkak naik


Senin, 31 Januari 2011 / 16:51 WIB


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

DUBAI. Potensi gagal bayar atau credit default swap (CDS) Mesir naik hingga 3,5 basis poin menjadi 432,4%. Berbagai gangguan kegiatan ekonomi terjadi dalam banyak sektor.

Goldman Sachs Group Inc memprediksi, krisis politik Mesir bisa meningkatkan risiko ketersediaan besar dalam waktu dekat. Penimbunan beras dari yang sebelumnya mencapai 2 juta metrik ton bisa mencapai 3 juta metrik ton.

"Penimbunan akan terus bertambah tanpa disadari sebelumnya," ujar Analis Goldman, Jeffrey Currie, hari ini (31/1).

Tak hanya itu, saat Mesir masih dikepung oleh risiko, masalah geopolitik tersebut juga berdampak terhadap perekonomian negara sekitar. Beberapa pekerja di Terusan Suez, harus berhenti melakukan kegiatan operasional. Padahal lebih dari 4 juta barel pasokan minyak dunia didistribusikan melalui Suez.


Apalagi, Sekitar 4,5% produksi minyak dunia, dikapalkan melalui kanal atau jaringan pipa Suez. Menurut McQuilling Services LLC terusan terpanjang di dunia tersebut merupakan sarana transportasi tercepat yang menghubungkan Samudra Atlantik ke Samudra Hindia. Pasokan minyak pun diperkirakan akan terganggu beberapa pekan ke depan.







TERBARU

[X]
×