Reporter: Dyah Megasari, Reuters |
BEIJING. Hampir sebagian besar negara segera mengevakuasi warganya keluar Mesir. Sengketa geopolitik yang tak kunjung dingin dikhawatirkan bakal memakan korban lebih banyak. Lebih dari 100 orang tewas selama enam hari kerusuhan yang bertujuan mengakhiri kekuasaan Mubarak selama 30 tahun masa kepemimpinan.
Menanggapi situasi ini, pemerintah China mengultimatum warga negaranya segera keluar Mesir. Pemerintah menyediakan pesawat carteran untuk mengevakuasi warganya agar terimbas demonstran dalam upaya menggulingkan Presiden Hosni Mubarak.
Dua perusahaan penerbangan China, Air China dan Hainan Air, mengatakan mereka akan mengirim penerbangan charter ke Kairo hari Senin untuk membawa pulang warga China. Pejabat konsulat China mengatakan sekitar 500 warga China terjebak di bandara internasional Kairo.
Tak hanya China, Kementerian Luar Negeri Jepang juga mengirim pesawat carteran yang akan membawa keluar 500 warga Jepang terdampar di bandara Kairo ke Roma. Sekitar 335 pengungsi telah naik penerbangan Egypt Air ke Jepang semalam.
Lufthansa dan Air India, berjanji mengirim lebih banyak pesawat ke Kairo dan Alexandria demi menyelamatkan warganya.
Kementerian Luar Negeri Yunani mengatakan setidaknya dua pesawat militer Yunani di siaga. Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki menyatakan sudah pesawat ke Mesir untuk mengambil warga Irak.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Jerman mengeluarkan travel warning pada Minggu malam untuk daerah Kairo, Alexandria dan Suez, meskipun situasi pada tujuan wisata Laut Merah saat ini dalam kondisi aman.
Negara-negara lain seperti Amerika dan Inggris menyarankan warganya segera meninggalkan Mesir atau menghindari bepergian ke kota-kota besar di sekitar Mesir.