Putin Ancam Stop Ekspor Migas ke Eropa, Harga Minyak Naik

Sabtu, 10 September 2022 | 07:30 WIB Sumber: Reuters
Putin Ancam Stop Ekspor Migas ke Eropa, Harga Minyak Naik


KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga minyak naik sekitar 4% pada hari Jumat disebabkan oleh pengurangan pasokan yang kian nyata. Meskipun kontrak berjangka membukukan penurunan mingguan kedua karena kenaikan suku bunga yang agresif dan pembatasan COVID-19 di China telah membebani prospek permintaan. 

Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengancam akan menghentikan ekspor minyak dan gas ke Eropa jika kebijakan pembatasan harga oleh G7 diberlakukan. Di sisi lain, pemotongan rencana produksi minyak OPEC+ yang diumumkan minggu ini juga ikut menyetir harga minyak.

Minyak mentah Brent naik $3,69, atau 4,1%, menjadi menetap di $92,84 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik $ 3,25, atau 3,9% menjadi menetap di $ 86,79 per barel.

"Selama beberapa bulan mendatang, negara Barat harus menghadapi risiko kehilangan pasokan energi Rusia dan melonjaknya harga minyak," kata Stephen Brennock dari pialang minyak PVM.

Baca Juga: Kremlin Beri Penghormatan, Beberapa Orang Rusia Meratapi Kematin Ratu Elizabeth

Ditekan oleh kekhawatiran tentang resesi dan permintaan, harga minyak Brent turun tajam dari lonjakan pada Maret yang mendekati level tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 147 per barel setelah Rusia menginvasi Ukraina.

Anggota G7 sedang mencoba mencari cara untuk membatasi pendapatan ekspor minyak Rusia yang menguntungkan setelah invasi. 

Seorang pejabat AS menyebut batas harga yang ingin dikenakan negara-negara G7 pada minyak Rusia untuk menghukum Moskow harus ditetapkan pada nilai pasar yang wajar dikurangi premi risiko apa pun yang dihasilkan dari invasinya ke Ukraina.

Meskipun melambung pada hari Jumat, harga minyak mentah mencatatkan penurunan secara mingguan. Harga minyak Brent turun sekitar 0,2% pada minggu ini setelah pada satu titik mencapai level terendah sejak Januari. Sementara harga minyak WTI membukukan penurunan mingguan sebesar 0,1%.

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru