CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,18   6,97   0.69%
  • EMAS984.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Putin beritahu PM Inggris Boris Johnson bahwa NATO mengancam Rusia dari Ukraina


Rabu, 15 Desember 2021 / 09:51 WIB
Putin beritahu PM Inggris Boris Johnson bahwa NATO mengancam Rusia dari Ukraina
ILUSTRASI. Putin beritahu PM Inggris Boris Johnson bahwa NATO mengancam Rusia dari Ukraina


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  LONDON/MOSKOW. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada hari Senin (13/12) bahwa anggota aliansi militer NATO mengancam Rusia dengan memperluas aktivitas di Ukraina.

Mengutip Reuters, Intelijen Amerika Serikat (AS) menilai bahwa Rusia dapat merencanakan serangan multi-front di negara tetangganya Ukraina pada awal tahun depan, yang melibatkan hingga 175.000 tentara.

Kremlin menyangkal rencananya untuk menyerang dan mengatakan Barat dicengkeram oleh Russophobia.

Moskow mengatakan perluasan keanggotaan NATO mengancam Rusia dan telah melanggar jaminan yang diberikan kepadanya ketika Uni Soviet runtuh pada 1991.

Baca Juga: Situasi menegang, AS dan Rusia berebut pengaruh di Indonesia

"Vladimir Putin memberikan garis besar rinci tentang evaluasi utamanya tentang situasi saat ini di sekitar Ukraina," kata Kremlin tentang panggilan telepon dengan Johnson.

"Digarisbawahi bahwa semua ini terjadi dengan latar belakang 'ekspansi' militer aktif di wilayah Ukraina oleh negara-negara NATO yang menciptakan ancaman langsung terhadap keamanan Rusia," kata Kremlin.

Johnson memperingatkan Putin bahwa setiap tindakan destabilisasi terhadap Ukraina akan menjadi kesalahan strategis dengan konsekuensi yang signifikan, kata Downing Street.

Baca Juga: Vladimir Putin mengaku pernah jadi supir taksi, sudah tahu ceritanya?

Downing Street mengatakan Johnson menekankan komitmen Inggris terhadap integritas dan kedaulatan teritorial Ukraina, dan memperingatkan bahwa tindakan destabilisasi apa pun akan menjadi kesalahan strategis yang akan memiliki konsekuensi signifikan.

Dia menyatakan keprihatinan mendalam Inggris atas pembangunan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina, dan menegaskan kembali pentingnya bekerja melalui saluran diplomatik untuk mengurangi ketegangan dan mengidentifikasi solusi yang tahan lama.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×