kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Putin berniat membalas sanksi AS dan Eropa


Rabu, 06 Agustus 2014 / 08:37 WIB
ILUSTRASI. BNI Japan Airlines Travel Fair 2023, simak promo cashback dan tiket murah dari BNI.


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BERLIN. Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pemerintahannya untuk membalas sanksi yang diberikan atas Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa. Putin juga menegaskan, wilayah timur Ukraina saat ini sudah mendekati masalah katastrop kemanusiaan dan membutuhkan bantuan internasional.

"Tekanan instrumen politik atas perekonomian tidak dapat diterima. Mereka berlawanan dengan semua norma dan peraturan," tegas Putin saat melakukan pertemuan dengan Alexey Gordeev, gubernur kawasan Voronezh, dekat Ukraina. Dia melanjutkan, setiap tekanan harus dilakukan ekstra hati-hati untuk menyokong produsen dan menghindari kerugian yang diderita konsumen.

Putin tidak menunjukkan adanya tanda-tanda untuk mundur dari kasus Ukraina sejak AS dan Uni Eropa meningkatkan sanksinya pada minggu lalu. Bahkan, Rusia menambah jumlah pasukannya di perbatasan Crimea. Rusia sendiri sudah mengimbau untuk dilakukannya pertemuan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mendiskusikan situasi di Ukraina.

Sementara itu, pemerintah Ukraina mengekspresikan kekhawatirannya mengenai penambahan pasukan baru Rusia. Padahal, di saat yang bersamaan, Ukraina tengah menekan aksi pemberontakan kelompok separatis di wilayah tersebut.

Hingga saat ini, lebih dari 1.000 orang tewas akibat pertempuran kedua belah pihak. Sedangkan Rusia sudah berulang kali membantah keterlibatannya atas konflik itu. AS dan Uni Eropa menyalahkan Rusia karena gagal untuk meredam aksi pemberontakan dan menghentikan perang.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×