kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Putin disebut akan mundur sebagai presiden Rusia karena kesehatannya memburuk


Senin, 09 November 2020 / 06:25 WIB
ILUSTRASI. Seorang sumber Moskow yang dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim, pemimpin berusia 68 tahun itu mulai mengalami gejala Parkinson.


Sumber: Express.co.uk | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Seorang sumber Moskow yang dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim, pemimpin berusia 68 tahun itu mulai mengalami gejala Parkinson. Penyakit ini mempengaruhi kinerja otak dan dapat menyebabkan tubuh gemetar dan kaku. 

Melansir Express.co.uk, para pengamat mencatat bahwa Putin mulai menunjukkan tanda-tanda kelemahan di tangannya, kesulitan memegang pena, serta terus-menerus menggerakkan kakinya. 

Putin telah menjabat Presiden Rusia selama lebih dari 20 tahun selama dua periode. Baru-baru ini, Putin juga memenangkan referendum tentang perubahan batas masa jabatan bagi para pemimpin negara. Tak hanya itu, Presiden Rusia tersebut juga mendorong undang-undang yang memberinya kekuatan dan kekebalan tambahan jika dia mengundurkan diri sebagai pemimpin Rusia.

Para pengamat, yang menonton rekaman kegiatan Putin baru-baru ini, menunjukkan bahwa kaki Presiden tampak bergerak terus-menerus. Mereka juga mencatat, Putin tampak kesakitan sambil memegangi sandaran tangan kursi.

Baca Juga: Era kepemimpinan Vladimir Putin akan segera berakhir?

Jari-jari Putin juga terlihat bergerak-gerak saat memegang pena. Selain itu, para pengamat juga mengklaim, dia memegang cangkir yang diyakini berisi koktail pereda nyeri.

Pengamat yang mendapatkan informasi mengenai kesehatan Putin juga mengklaim, Alina Kabaeva, 37 tahun dan mantan kekasih Putin, telah memintanya untuk mundur.

Profesor Valery Solovei, ilmuwan politik Moskow, menambahkan bahwa putri Putin, Maria Vorontsova, 35 tahun, dan Katerina Tikhonova, 34 tahun, menekannya agar segera mundur.

Baca Juga: Putin: Konflik agama bisa membara selama bertahun-tahun

“Ada faktor keluarga, itu memiliki pengaruh besar padanya. Dia bermaksud mengumumkan rencana pengunduran dirinya pada bulan Januari," jelas Solovei kepada The Sun.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×