kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Putin teken dekrit kemerdekaan Krimea


Selasa, 18 Maret 2014 / 06:34 WIB
Putin teken dekrit kemerdekaan Krimea
ILUSTRASI. Pembangunan apartemen di kawasan Serpong, Tnagerang Selatan kian ramai. KONTAN/Muradi/2016/05/10


Sumber: BBC | Editor: Asnil Amri

MOSKOW. Presiden Rusia Vladimir Putin diberitakan telah menandatangani dekrit yang mengakui Krimea. "Sbagai sebuah negara merdeka yang berdaulat," kata sejumlah sumber kepresidenan.

Bahkan, Putin dikabarkan telah meneken dekrit yang mengakui Krimea sebagai negara Merdeka.

Langkah tersebut diambil setelah hasil referendum diumumkan pada Minggu 16 Maret lalu. Dalam referendum itu, 97% warga Krimea memutuskan untuk berpisah dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia.

Sementara itu, Amerika Serikat dan Uni Eropa menyatakan akan memberlakukan sanksi bagi Rusia jika bersikukuh mengakui referendum Krimea tersebut.

Sementara itu, Parlemen Krimea secara resmi sudah menyatakan kemerdekaan dari Ukraina dan mengajukan diri bergabung dengan Federasi Rusia.

Referendum di Krimea digelar oleh pejabat pendukung Rusia, setelah setelah rasa selama beberapa bulan di ibukota Ukraina, Kiev, yang berhasil menggulingkan Presiden Viktor Yanukovich yang dinilai pro-Moskow.

Sejak saat itu, pasukan Rusia praktis mengendalikan Krimea walau pemerintah Moskow mengatakan mereka adalah pasukan pertahanan diri setempat yang tidak berada di bawah kendalinya.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×