kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.798.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.817   60,00   0,34%
  • IDX 6.150   -56,19   -0,91%
  • KOMPAS100 813   -7,20   -0,88%
  • LQ45 625   -6,66   -1,06%
  • ISSI 216   -1,74   -0,80%
  • IDX30 357   -3,63   -1,01%
  • IDXHIDIV20 441   -5,38   -1,20%
  • IDX80 94   -0,69   -0,73%
  • IDXV30 121   -1,88   -1,53%
  • IDXQ30 115   -1,28   -1,09%

Pyongyang Lepas Rudal Balistik, Ketegangan Semenanjung Korea Memanas


Selasa, 26 Mei 2026 / 13:39 WIB
Pyongyang Lepas Rudal Balistik, Ketegangan Semenanjung Korea Memanas
ILUSTRASI. NORTHKOREA-MISSILES/ (/ )


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Korea Utara kembali meluncurkan sejumlah proyektil, termasuk sedikitnya satu rudal balistik jarak pendek, ke arah perairan di lepas pantai barat negara tersebut pada Selasa (26/5/2026).

Mengutip Reuters, militer Korea Selatan menyebut peluncuran dilakukan sekitar pukul 13.00 waktu setempat dari wilayah dekat Chongju di Provinsi Pyongan Utara, Korea Utara.

Baca Juga: Dolar AS Stabil Selasa (26/5), Saat Harapan Damai Iran Mulai Memudar

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menyatakan rudal tersebut menempuh jarak sekitar 80 kilometer sebelum jatuh di perairan.

Peluncuran ini menjadi uji coba rudal pertama Korea Utara sejak 19 April lalu, ketika Pyongyang menguji beberapa rudal balistik jarak pendek yang diklaim dilengkapi bom tandan atau cluster bombs.

Sebelumnya pada awal April, Korea Utara juga mengumumkan pengujian hulu ledak bom tandan baru untuk rudal balistik serta senjata elektromagnetik.

Sejumlah analis menilai langkah itu merupakan bagian dari upaya Pyongyang menunjukkan kemampuan perang modernnya.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada Maret lalu menegaskan status negaranya sebagai negara bersenjata nuklir tidak dapat diubah.

Baca Juga: Utara Korea Luncurkan Rudal Balistik Jarak Pendek ke Laut Barat

Ia juga menyebut penguatan kemampuan nuklir defensif menjadi bagian penting dari keamanan nasional.

Meski telah dikenai sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait program nuklir dan rudal balistik sejak 2006, Korea Utara dalam beberapa tahun terakhir justru mempercepat pengembangan persenjataannya di bawah kepemimpinan Kim Jong Un.

Langkah tersebut terus memicu kecaman dari Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan kembali mendesak Korea Utara merespons ajakan dialog dan upaya Seoul untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea.

Pemerintah Korea Selatan menegaskan tetap berkomitmen pada tujuan denuklirisasi penuh Semenanjung Korea melalui pendekatan bertahap dan pragmatis bersama komunitas internasional.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×