Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pemasok produk bahan bangunan asal Amerika Serikat, QXO, kembali mengamankan pendanaan jumbo senilai US$ 1,8 miliar.
Pendanaan ini dipimpin oleh Apollo Global Management dan Temasek, bersama sejumlah investor lainnya.
Dengan tambahan dana tersebut, total investasi yang berhasil dihimpun QXO kini mencapai US$3 miliar, setelah perusahaan ini sebelumnya menggalang dana US$1,2 miliar pada pekan lalu.
QXO menyatakan, pendanaan terbaru ini dikemas dalam bentuk saham preferen perpetual konversi, sesuai dengan struktur yang telah diumumkan sebelumnya.
Baca Juga: Pemprov DKI Kucurkan Dana Rp 100 Miliar untuk Bongkar Tiang Monorel Mangkrak
Dana segar tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi melalui akuisisi, seiring strategi agresif perusahaan di industri bahan bangunan Amerika Serikat yang tengah mengalami konsolidasi.
Aktivitas merger dan akuisisi (M&A) di sektor bahan bangunan AS memang terus meningkat. Perusahaan-perusahaan di industri ini berlomba memperbesar skala bisnis dan melokalisasi rantai pasok guna meredam dampak tarif perdagangan. Permintaan pasar juga ditopang oleh pertumbuhan perumahan baru, renovasi, serta proyek konstruksi nonhunian.
Sejumlah transaksi besar pun telah terjadi. Tahun lalu, Commercial Metals mengakuisisi pemasok beton Foley Products senilai US$1,84 miliar, sementara TopBuild membeli pesaingnya, SPI, dengan nilai US$1 miliar secara tunai.
QXO sendiri sempat melancarkan penawaran akuisisi tidak bersahabat senilai sekitar US$5 miliar terhadap GMS pada tahun lalu. Namun, perusahaan tersebut akhirnya diakuisisi oleh Home Depot.
Baca Juga: IMF Kucurkan Dana Segar US$ 1,2 Miliar, Pakistan Kian Dekat ke Stabilitas Ekonomi
Meski demikian, QXO berhasil menutup kesepakatan besar lainnya dengan mengakuisisi Beacon Roofing Supply senilai US$11 miliar pada April lalu.
Pendiri QXO, miliarder Brad Jacobs, yang dikenal sukses membangun perusahaan bernilai miliaran dolar di sektor logistik, pengelolaan limbah, dan penyewaan peralatan, menargetkan QXO menjadi pemain raksasa di industri yang masih terfragmentasi ini. Perusahaan membidik **pendapatan tahunan US$50 miliar dalam 10 tahun ke depan**.
Saham QXO yang berbasis di Greenwich, Connecticut**, tercatat naik sekitar **1%** dalam perdagangan pra-pasar.













