kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.23%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.08%

Raja waralaba resto cepat saji dan properti dari Filipina (1)


Kamis, 18 Juli 2019 / 09:25 WIB
Raja waralaba resto cepat saji dan properti dari Filipina (1)

Reporter: Ahmad Ghifari, Rizki Caturini | Editor: Tri Adi

Kisah sukses seorang miliarder yang berasal dari keluarga sederhana juga berlaku bagi cerita kehidupan Tony Tan Caktiong. Berasal dari keluarga imigran miskin dari China ke Filipina, Caktiong bekerja membantu keluarga menjalankan restoran keluarga sejak kecil. Ini mengasah kemampuan Caktiong menjadi pengusaha ketika dewasa. Lewat perusahaan Jollibee Foods Corporation, ia berhasil mengembangkan waralaba makanan cepat saji terbesar di Filipina.

BerasalĀ  dari sosok sederhana hingga berhasil mencapai puncak dunia bisnis. Itulah kalimat yang mungkin bisa meringkas kisah Tony Tan Caktiong, Presiden dan Chief Executive Officer (CEO) Jollibee Foods Corporation, jaringan restoran cepat saji terbesar di Filipina.

Lahir dari keluarga miskin yang bermigrasi dari China tenggara ke Filipina untuk mencari kehidupan yang lebih baik, Caktiong telah terlibat dalam bisnis restoran sejak usia dini ketika ayahnya membuka sebuah restoran. Usaha restoran keluarga yang dijalankan secara bahu membahu dari semua anggota keluarga memungkinkan Caktiong menempuh pendidikan yang layak hingga universitas.

Namun, aktivitas berdagang yang sudah biasa ia jalani sejak kecil membuat Caktiong menjajal bisnis sendiri di usia 22 tahun. Kala itu Caktiong mengambil peluang waralaba salah satu gerai es krim. Ini menjadi awal perjalanan kariernya sebagai pengusaha yang dimulai pada akhir tahun 1970-an.

Caktiong membangun bisnis sendiri dengan menjual makanan cepat saji bertajuk Jollibee. Ini mengantarkan Caktiong menjadi miliarder ke 529 versi majalah Forbes pada tahun 2019. Sementara di Filipina dia menjadi orang terkaya keenam dalam daftar 50 orang tajir di Filipina pada tahun 2018. Pria berusia 66 tahun ini memiliki kekayaan sebesar US$ 3,7 miliar per Juli 2019.

Lewat perusahaan berbendera Jollibee Foods Corporation, merek bisnis Jollibee berkembang menjadi rantai makanan cepat saji terkemuka di Filipina dengan lebih dari 50% pangsa pasar dan ratusan restoran di seluruh penjuru Filipina.

Pencatatan publik perusahaan di Bursa Efek Filipina pada tahun 1993 memperluas modalnya dan memungkinkan untuk mengakuisisi rantai bisnis piza dan pasta "Greenwich" pada tahun 1994. Akuisisi penting lainnya ketika Caktiong mengakuisisi rantai makanan cepat saji China, Yonghe Dawang pada tahun 2004 dan gerai makanan oriental Chowking pada tahun 2000.

Jollibee juga hadir di Brunei Darussalam, China, Hong Kong, Indonesia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat dan Vietnam. Pada tahun 2020, grup ini berencana menggandakan jumlah jaringan restoran menjadi 4.000 outlet di seluruh dunia. Keberhasilan bisnis Jollibee terletak pada strategi branding yang cerdas, dilengkapi dengan orientasi pelanggan yang kuat, jajaran menu yang unggul, produk-produk baru yang inovatif, program pemasaran kreatif, serta fasilitas manufaktur dan logistik yang efisien.

Dalam sebuah survei baru-baru ini, grup Jollibee adalah satu-satunya perusahaan Filipina yang berhasil masuk ke 20 besar daftar pengusaha terbaik di Asia, dengan berada di peringkat ke-16. Jollibee Foods Corporation menduduki peringkat ketiga di antara perusahaan paling dikagumi di Asia pada tahun 2000 dan disebut-sebut sebagai nomor satu dalam kepemimpinan keseluruhan di antara sepuluh perusahaan Filipina teratas.

Saat ini, Jollibee Foods Corporation menggunakan delapan merek eksklusif selain Jollibee, Greenwich dan Chowking. Yaitu Bee Happy, Yumburger, Chickenjoy dan Amazing Aloha.

Caktiong juga menjajal ke sektor bisnis properti. Pada tahun 2012, Caktiong, melalui perusahaan induknya, Honeystar Holdings Corporation, berinvestasi di Injap Land Corporation, sebuah perusahaan properti yang didirikan oleh Edgar Sia II. Dengan masuknya Caktiong, perusahaan ini berganti nama menjadi DoubleDragon Properties Corporation. Pada tahun 2016, sebanyak 30% sisa saham Injap dilego ke Jollibee. Saat ini DoubleDragon menjadi perusahaan properti dengan pertumbuhan tercepat di Filipina.

(Bersambung)



TERBARU

[X]
×