kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Ramalan Jika Rusia Kalah Perang di Ukraina, Apa yang Akan Terjadi?


Jumat, 14 Oktober 2022 / 05:23 WIB
ILUSTRASI. Pasukan Rusia mengalami serentetan kekalahan dan kehilangan sejumlah wilayah yang diduduki sebelumnya di Ukraina dalam beberapa pekan terakhir. Sputnik/Gavriil Grigorov/Kremlin via REUTERS 


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Pasukan Rusia mengalami serentetan kekalahan dan kehilangan sejumlah wilayah yang diduduki sebelumnya di Ukraina dalam beberapa pekan terakhir. Sebaliknya, pasukan Ukraina mendapatkan momentumnya di medan perang sejak melancarkan serangan balik. 

Seperti yang diketahui, pada bulan lalu, Rusia secara resmi mencaplok empat wilayah Ukraina yakni Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson meski tidak diduduki sepenuhnya. 

Akan tetapi, pasukan Ukraina bergerak maju di dua front. Mereka merebut atau mengancam wilayah-wilayah yang dicaplok Rusia. Aliran senjata AS dan NATO ke Ukraina terus berlanjut. 

Laporan kekacauan di dalam lingkaran tentara Rusia bermunculan hampir setiap hari. 

Kekalahan demi kekalahan pasukan Rusia di Ukraina telah menimbulkan pertanyaan apakah Putin dapat memenangi perang di Ukraina. 

John McLaughlin, mantan pelaksana tugas (plt) Direktur CIA sekaligus praktisi terkemuka di Johns Hopkins School of Advanced International Studies, meyakini bahwa beberapa versi kekalahan semakin mungkin untuk Rusia. 

Baca Juga: Rusia Kembali Sebar Ancaman Meletusnya Perang Dunia Ketiga Jika Hal Ini Terjadi

Dan jika Rusia benar-benar kalah, apa yang terjadi selanjutnya? 

Putin sendiri telah berulangkali menyinggun persenjataan nuklir yang dimiliki Rusia. Dia juga menegaskan bahwa potensi penggunaannya bukanlah sebuah gertakan. 

“Apakah dia akan melangkah sejauh itu, tidak dapat diketahui. Bahkan mungkin bagi Putin sendiri,” tulis McLaughlin di Grid. 

McLaughlin menuturkan, doktrin Rusia memang mengizinkan penggunaan senjata nuklir taktis jika pasukan konvensionalnya kewalahan. Namun, hal tersebut belum pernah terjadi di medan perang. 

“Gedung Putih dan Pentagon pasti telah memperhitungkan skenario dan tanggapan potensial seperti itu. Tidak diragukan lagi rekan-rekan mereka di Eropa juga demikian,” ujar McLaughlin. 

Baca Juga: Jika Ukraina Masuk NATO, Rusia Ancam Krisis Akan Berubah Menjadi Perang Dunia Ketiga




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×