Sumber: livemint.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali membuat pernyataan berani soal prospek logam mulia. Ia meyakini harga perak (silver) bisa menembus US$ 200 per ounce atau bahkan lebih pada 2026, seiring meningkatnya risiko terhadap nilai dolar Amerika Serikat.
Mengutip Live Mint, dalam unggahan terbarunya di platform X, Kiyosaki mengungkapkan bahwa ia baru saja menambah kepemilikan perak, meski harga saat ini tengah terkoreksi dari level tertinggi. Ia mengaku membeli 600 keping US Silver Eagles, menegaskan keyakinannya bahwa perak tetap menjadi lindung nilai (hedging) kuat di tengah ketidakstabilan sistem moneter global.
“Baru saja membeli lagi 600 US Silver Eagles. Harga spot hari ini US$ 82 per ounce. Saya tetap percaya perak akan mencapai US$ 200 per ounce… atau lebih… pada 2026,” tulis Kiyosaki.
Ia juga kembali melontarkan peringatan keras soal mata uang fiat.
“Dolar AS sedang bermasalah. Penabung mata uang fiat (uang palsu) akan menjadi pihak yang paling dirugikan,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah tekanan jangka pendek di pasar logam mulia, ketika investor cenderung bersikap hati-hati menjelang rilis data ekonomi penting Amerika Serikat.
Harga perak dan emas terkoreksi
Pada Selasa (10/2), harga perak dunia turun 2,5% ke level US$ 81,31 per ounce, setelah sehari sebelumnya melonjak hampir 7%. Dalam beberapa pekan terakhir, perak memang bergerak sangat volatil. Logam putih ini sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 121,64 per ounce pada 29 Januari, sebelum terkoreksi tajam.
Baca Juga: Prediksi Harga Perak 2026: Mungkinkah Tembus US$ 200 per Ounce?
Harga emas juga ikut melemah seiring penguatan dolar AS. Harga emas spot turun 1% ke US$ 5.016,56 per ounce, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April turun 0,8% ke US$ 5.041,60 per ounce. Pelemahan ini mencerminkan sikap waspada investor menjelang data tenaga kerja dan inflasi AS yang dinilai akan memberi petunjuk arah kebijakan suku bunga ke depan.
Kiyosaki tetap optimistis meski harga bergejolak
Meski harga perak dan emas berfluktuasi tajam, Kiyosaki menegaskan bahwa gejolak jangka pendek tidak menggoyahkan keyakinannya. Ia menilai perak masih sangat undervalued di tengah dunia yang dibayangi utang tinggi, pelemahan mata uang, dan menurunnya kepercayaan terhadap sistem keuangan.
Dalam unggahan sebelumnya, Kiyosaki juga menekankan bahwa keuntungan investasi ditentukan saat membeli, bukan saat menjual. Ia mengaku tidak terburu-buru mengejar harga setelah reli tajam dan lebih memilih menunggu level yang dianggap ideal.
Kiyosaki menyebut akan kembali menambah perak di kisaran US$ 74 per ounce, sementara emas di sekitar US$ 4.000 per ounce. Untuk aset kripto, ia mengatakan belum berencana menambah kepemilikan Ethereum dalam waktu dekat.
Tonton: OJK Ungkap Praktik Saham Gorengan di Bursa, 151 Pihak Terseret
Di luar pergerakan harga aset, Kiyosaki terus mengingatkan soal masalah struktural ekonomi Amerika Serikat, khususnya beban utang yang menurutnya jauh lebih besar dari angka resmi. Ia menilai kombinasi utang, kebijakan bank sentral, kepemimpinan politik, dan kondisi perbankan perlahan menggerus kepercayaan terhadap uang fiat.
Bagi Kiyosaki, pesan utamanya tetap sama: penurunan harga jangka pendek tidak sepenting pelemahan nilai dolar dalam jangka panjang. Dan dalam pandangannya, perak masih menjadi salah satu cara paling jelas untuk bertaruh melawan risiko tersebut.













