kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Rampingkan bisnis, HSBC akan rumahkan 35.000 karyawan dalam tiga tahun ke depan


Selasa, 18 Februari 2020 / 19:07 WIB
Rampingkan bisnis, HSBC akan rumahkan 35.000 karyawan dalam tiga tahun ke depan
ILUSTRASI. Logo HSBC.

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. HSBC Holdings akan melepas asetnya senilai US$ 100 miliar dalam rangka merampingkan ukuran bank dan memperbaiki bisnisnya di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Perombakan drastis itu berarti akan ada pemangkasan 35.000 karyawan dalam tiga tahun.

Bank ini memang sudah lama kinerjanya tertekan di bawah kompetitornya. Oleh karena itu, bank ini berupaya jadi lebih ramping dan lebih kompetitif di tengah tantangan perlambatan pertumbuhan di pasar utama, epidemi virus, dan keluarnya Inggris dari Uni Eropa di saat suku bunga bank rendah.

Baca Juga: HSBC to shed assets worth US$ 100 bilion and slash 35.000 jobs over three years

"Total dari program ini adalah jumlah karyawan akan dipangkas dari 235.000 jadi mendekati 200.000 selama tiga tahun ke depan. Beberapa di antaranya akan dikelola secara alami saat ada yang resign," ungkap Noel Quinn, Kepala Eksekutif Sementara kepada Reuters, Selasa (18/2).

Saat mengumumkan restrukturisasi, Quinn sedang mengikuti audisi untuk jadi CEO tetap HSBC. Pada Agustus 2019 lalu, bank itu menyebut keputusan terkait CEO tetap itu akan diumumkan dalam waktu enam 6 bulan-12 bulan.

Bank dengan aset terbesar di Eropa, yang memperoleh sebagian besar pendapatannya dari pasar Asia, mengatakan laba sebelum pajak perusahaan turun sepertiga menjadi US$ 13,35 miliar pada 2019, jauh di bawah perkiraan rata-rata analis yakni US$ 20,03 miliar.

Penurunan itu terjadi karena hapus buku sebesar US$ 7,3 miliar terkait dengan perbankan global serta pasar dan unit bisnis perbankan komersialnya di Eropa.


Tag

TERBARU

[X]
×