kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

RBS: Butuh waktu tahunan untuk memecahkan krisis


Rabu, 20 Juni 2012 / 14:49 WIB
Sweet and Sour, salah satu film Korea yang terbaru di Netflix bulan Juni 2021.


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

LONDON/HONG KONG. Masalah keuangan di uni Eropa semakin sistemik dan sulit diurai. Perbankan di Benua Biru menjadi salah satu sektor terdepan yang dihantam resesi. Satu tahun terakhir, hujan downgrade mewarnai kualitas kredit industri bank di Eropa.

Oleh sebab itu, banyak yang memperkirakan pemulihan ekonomi atas masalah yang terjadi tidak akan berlangsung singkat.

Chief executive officer (CEO) Royal Bank of Scotland Group Inc (RBS), Stephen Hester meramal, butuh waktu hingga tahunan untuk memulihkan ekonomi yang porak-poranda ini.

“Yang menjadi permasalahan di sini adalah kemampuan beberapa negara di Eropa, khususnya Eropa bagian Selatan agar lebih bisa kompetitif," ulasnya.

Sebelumnya, pada pertemuan negara yang tergabung dalam G-20 di Meksiko, Eropa berada di bawah tekanan dunia. Bahkan, negara emerging market meminta agar Benua Biru segera bekerja sama dan mengenyampingkan perbedaan pendapat.

Menurutnya, jika kondisi ini tidak segera membaik, perbankan akan sangat dirugikan dan bisa merembet ke sektor lainnya. Saham RBS sudah amblas 37% tahun lalu. Kondisi itu memaksa Hester untuk membayar lonjakan utang dan mengurangi tenaga kerja hingga menjual aset yang dimiliki.




TERBARU

[X]
×