Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah Iran mengumumkan prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akan dimulai di Teheran pada 4 Juli 2026 dan berakhir dengan pemakamannya di kota kelahirannya, Mashhad, pada 9 Juli 2026.
Media pemerintah Iran yang dikutip Reuters pada Sabtu (13/6/2026) menyebutkan, rangkaian upacara juga akan mencakup seremoni khusus di kota suci Qom, yang terletak di selatan Teheran, pada 7 Juli 2026.
Ayatollah Ali Khamenei tewas pada hari pertama serangan udara yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Ulama berusia 86 tahun tersebut telah memimpin Republik Islam Iran selama 36 tahun.
Prosesi Pemakaman Ditunda Meski Hukum Islam Anjurkan Pemakaman Segera
Ajaran Islam, jenazah pada umumnya harus dimakamkan sesegera mungkin dan idealnya dalam waktu 24 jam setelah meninggal dunia. Namun, pengecualian dapat diberlakukan dalam kondisi tertentu, termasuk ketika terjadi perang atau situasi luar biasa.
Baca Juga: Trump Sebut Kesepakatan AS-Iran Akan Ditandatangani Hari Minggu, Iran Belum Pastikan
Penundaan pemakaman Ayatollah Ali Khamenei terjadi di tengah situasi konflik yang melanda Iran setelah serangan militer yang menghancurkan kompleks kediaman resminya di pusat kota Teheran.
Warisan Kepemimpinan Khamenei
Selama memimpin Iran, Khamenei dikenal sebagai sosok yang membangun Republik Islam menjadi kekuatan besar yang berseberangan dengan Amerika Serikat. Pengaruh militernya meluas ke berbagai kawasan Timur Tengah melalui kelompok-kelompok proksi, termasuk Hezbollah di Lebanon.
Di dalam negeri, pemerintahannya juga dikenal menerapkan pendekatan keras terhadap berbagai gelombang unjuk rasa dan kerusuhan yang terjadi selama masa kepemimpinannya.
Sepanjang pemerintahannya, Khamenei tetap menjadi pengkritik keras Amerika Serikat. Sementara itu, berbagai pemerintahan AS secara bergantian berupaya menyelesaikan perselisihan mengenai program nuklir Iran, namun tidak berhasil mencapai penyelesaian permanen.
Mojtaba Khamenei Gantikan Ayahnya
Serangan udara yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei juga menghancurkan kompleks pusat kepemimpinannya di Teheran.
Putranya yang berusia 56 tahun, Mojtaba Khamenei, yang dalam serangan tersebut turut mengalami luka-luka dan kehilangan istrinya, kemudian ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan sang ayah.
Baca Juga: Jepang Siapkan Delegasi ke Greenland untuk Jajaki Potensi Tambang Tanah Jarang
Iran dan Amerika Serikat Disebut Capai Kerangka Kesepakatan Perdamaian
Di sisi lain, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, pada Sabtu menyatakan bahwa Iran dan Amerika Serikat telah menyepakati sebuah kerangka kerja untuk perjanjian damai setelah lebih dari tiga bulan perang.
Sharif mengatakan kedua negara diperkirakan akan menandatangani kesepakatan awal tersebut dalam waktu 24 jam ke depan, membuka peluang berakhirnya konflik yang telah memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah.












