Sumber: Daily Mail | Editor: Uji Agung Santosa
LONDON. Majalah Reader's Digest Inggris terancam bubar. Hal ini terjadi, setelah pertemuan yang melibatkan induk Reader's Digest di Amerika Serikat, Reader's Digest Association (RDA), dengan Otoritas Dana Pensiun Inggris berakhir buntu di pembahasan bujet uang pensiun karyawan.
Pembahasan yang masih buntu itu mengenai bagaimana RDA mesti menalangi defisit uang pensiun karyawan mereka di Inggris, yang jumlahnya mencapai £ 125 juta.
Jika kesepakatan tak kunjung tercapai, menurut sumber Reader's Digest Inggris yang mengelak disebutkan namanya, Reader's Digest terpaksa harus berhenti beroperasi. Ini artinya, sekitar 117 karyawan Reader's Digest Inggris terancam kehilangan pekerjaan mereka.
Namun, Moore Stephens, perusahaan akuntan publik yang ditugasi mengelola keuangan Reader's Digest Inggris, mengkonfimasikan bahwa Reader's Digest akan tetap terbit seperti biasa. Meski begitu, sekarang ini mereka tengah mencari pembeli baru yang akan menggantikan peran RDA.
Buntunya negosiasi, bisa berdampak kepada Yayasan Dana Pensiun Inggris. Pasalnya, badan yang mempunyai anggota sebanyak 1.600 anggota itu, terpaksa harus menalangi defisit pensiun karyawan Reader's Digest itu dengan Dana Proteksi Pensiun mereka.
Aturan kepensiunan di Inggris memang menyediakan dana khusus bagi anggota mereka yang dialokasikan di Dana Proteksi Pensiun.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)