kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.977   85,00   0,48%
  • IDX 6.109   7,47   0,12%
  • KOMPAS100 796   0,25   0,03%
  • LQ45 601   2,15   0,36%
  • ISSI 211   -0,29   -0,14%
  • IDX30 340   1,75   0,52%
  • IDXHIDIV20 415   2,85   0,69%
  • IDX80 90   0,07   0,08%
  • IDXV30 112   0,63   0,57%
  • IDXQ30 109   0,83   0,77%

Serangan Ukraina Picu Pemadaman Listrik di Zaporizhzhia yang Dikuasai Rusia


Minggu, 22 Februari 2026 / 15:52 WIB
Serangan Ukraina Picu Pemadaman Listrik di Zaporizhzhia yang Dikuasai Rusia
Dampak serangan udara Rusia di wilayah Zaporizhzhia (via REUTERS/UKRAINIAN ARMED FORCES)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - Wilayah Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia dilaporkan mengalami pemadaman listrik setelah serangan besar Ukraina terhadap infrastruktur energi, Minggu (22/2/2026).

Gubernur yang ditunjuk Moskow di wilayah tersebut, Yevgeny Balitsky, mengatakan pemadaman terjadi untuk kedua kalinya pada pagi hari. 

Sebelumnya, layanan pemeliharaan sempat memulihkan pasokan listrik hingga sekitar 50% wilayah.

Balitsky menyebut fasilitas vital tetap beroperasi dengan dukungan sumber listrik cadangan. 

Baca Juga: Drone Ukraina Tabrak Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Rusia, Picu Kebakaran Besar

“Fasilitas yang berkaitan dengan kepentingan publik terhubung ke sumber listrik alternatif. Generator berfungsi untuk pasokan air dan menopang infrastruktur penting,” ujarnya melalui aplikasi Telegram.

Serangan Ukraina juga dilaporkan terjadi di wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia. 

Pemimpin setempat yang ditunjuk Moskow, Leonid Pasechnik, mengatakan sebuah tangki bahan bakar terbakar setelah serangan drone Ukraina ke depo minyak.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat dan menghancurkan 86 drone Ukraina dalam semalam. 

Baca Juga: Serangan Drone Ukraina Picu Krisis Bahan Bakar di Rusia

Drone-drone tersebut disebut ditembak jatuh di sejumlah wilayah Rusia serta di Semenanjung Krimea.


Tag


TERBARU

[X]
×