Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Serangan Rusia kembali menghantam infrastruktur vital Ukraina. Sebuah fasilitas energi berskala besar di Kota Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, dilaporkan hancur akibat serangan udara Rusia.
Serangan ini menjadi bagian dari kampanye udara musim dingin Moskow yang membuat jutaan warga Ukraina terjerumus dalam kegelapan dan suhu dingin ekstrem.
Wali Kota Kharkiv, Ihor Terekhov, melalui Telegram menyebut fasilitas energi tersebut rusak parah, meski tidak merinci jenis instalasi yang diserang. Ia memastikan tim darurat bekerja tanpa henti untuk menangani dampak serangan dan memulihkan layanan dasar.
Kharkiv yang berjarak sekitar 25 kilometer dari perbatasan Rusia memang menjadi salah satu wilayah yang paling sering diserang sejak perang pecah.
Baca Juga: Serangan Rusia Hantam Fasilitas Energi di Ukraina Tengah, Picu Kebakaran Besar
Drone, rudal, hingga bom luncur terus menghantam kota ini, terlebih menjelang memasuki tahun kelima konflik Ukraina-Rusia bulan depan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan serangan baru juga terjadi di Kyiv hingga Kamis malam. Sehari sebelumnya, Zelenskiy sempat mengkritik lambannya pemulihan infrastruktur ibu kota akibat gempuran Rusia.
Untuk mempercepat penanganan, ia memimpin rapat dengan para pemimpin daerah guna mendorong pengambilan keputusan yang lebih cepat.
Di sisi lain, pemerintah Ukraina bergerak menanggulangi krisis energi. Perdana Menteri Yulia Svyrydenko mengumumkan sejumlah langkah darurat, termasuk pelonggaran jam malam pada malam hari serta pemberian izin lebih luas bagi pelaku usaha dan lembaga pemerintah untuk mengimpor listrik.
Pemerintah juga memperpanjang masa libur sekolah di Kyiv hingga 1 Februari 2026.
Baca Juga: Eskalasi Serangan Rusia di Odesa: Infrastruktur Vital Ukraina Lumpuh?
Kondisi di Kyiv sendiri masih memprihatinkan. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menyebut sekitar 300 gedung apartemen masih belum mendapatkan pasokan pemanas setelah serangan pada 9 Januari lalu memutus sistem pemanas bagi separuh gedung bertingkat di kota tersebut.
Krisis energi semakin memburuk dalam sepekan terakhir seiring gelombang udara dingin yang melanda Ukraina. Sistem energi yang sudah melemah akibat perang kini semakin kewalahan, menyebabkan pemadaman listrik serta gangguan pasokan air dan pemanas di sejumlah kota.
Untuk membantu mengatasi krisis ini, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan kementeriannya bersama Kementerian Energi telah menggalang dana internasional.
Skema bantuan ini disebut mirip dengan pertemuan rutin negara-negara pendukung Ukraina dalam penyediaan senjata. Norwegia menjadi salah satu negara pertama yang merespons dengan memberikan hibah awal sebesar US$200 juta.
Baca Juga: Rusia Serang Beberapa Fasilitas Energi Ukraina, Tiga Orang Dilaporkan Tewas
Selain Kharkiv dan Kyiv, Rusia juga meningkatkan serangan ke wilayah selatan Ukraina. Di kawasan Odesa, serangan rudal menghantam pelabuhan dan melukai satu orang serta merusak kontainer pengiriman di Kota Chornomorsk, menurut Wakil Perdana Menteri Oleksiy Kuleba.
Serangan beruntun ini mempertegas tekanan Rusia terhadap Ukraina, baik di medan perang maupun melalui penghancuran infrastruktur energi, di tengah dorongan internasional agar Kyiv segera mencari jalan menuju perdamaian.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
