kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   20.000   0,71%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Redam dampak demo, China minta BUMN mereka untuk mendongkrak investasi di Hong Kong


Jumat, 13 September 2019 / 16:53 WIB
ILUSTRASI. Properti kota Hong Kong


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Sayang, SASAC tidak menanggapi permintaan wawancara dari Reuters. Begitu juga petinggi Sinopec dan China Merchants Group tidak menjawab panggilan telepon Reuters maupun pertanyaan melalui e-mail.

Menurut sumber Reuters, bukan hanya memegang saham perusahaan-perusahaan di Hong Kong, BUMN China juga didesak untuk mengendalikan dan memiliki kekuatan pengambilan keputusan di dalamnya.

“Elite bisnis di Hong Kong tentu saja tidak cukup. Kebanyakan dari mereka bukan salah satu dari kami,” kata seorang eksekutif BUMN yang hadir dalam pertemuan tersebut kepada Reuters.

Baca Juga: Efek demo Hong Kong tak berkesudahan, Cathay Pacific pangkas frekuensi penerbangan

Rabu (11/9). Ketua SASAC Hao Peng hadir dalam forum prakarsa Belt and Road Infrastructure di Hong Kong. Dalam pernyataan tertlis, dia mengatakan, BUMN China sedang mencari cara untuk bekerja sama dalam proyek-proyek besar di Hong Kong.

Hao yang didampingi sejumlah eksekutif BUMN China juga bertemu dengan Carrie Lam, Pemimpin Hong Kong.




TERBARU

[X]
×