kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Rekor suhu terpanas dalam 100 tahun, ahli meteorologi: Seperti ada di dalam oven!


Selasa, 18 Agustus 2020 / 05:21 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi matahari tengah bersinar terang. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - CALIFORNIA. Suhu udara terpanas yang tercatat di planet ini dalam setidaknya 100 tahun terakhir, tercapai di Death Valley di Gurun Mojave California pada Minggu (16/8/2020) sore. Pada saat itu, suhu melonjak hingga 130 Fahrenheit (54,4 Celcius).

Reuters memberitakan, sistem observasi otomatis yang dijalankan oleh Layanan Cuaca Nasional AS di Furnace Creek melaporkan catatan tersebut pada pukul 3:41 sore waktu lokal.

"Itu adalah panas yang kering: kelembaban turun menjadi 7%. Tapi rasanya sangat panas," menurut ahli meteorologi Daniel Berc, yang berbasis di biro NWS Las Vegas dan memperkirakan bahwa gelombang panas akan terus berlanjut sepanjang minggu.

Baca Juga: NASA tangkap citra planet yang begitu indah di luar tata surya, ini keistimewaannya

“Ini benar-benar seperti berada di dalam oven pemanggang,” katanya dalam wawancara telepon kepada Reuters. "Hari ini adalah hari lain di mana kita bisa mengalami lagi di 130F."

Catatan Reuters menunjukkan, suhu 134F (56,7C) tercatat di Death Valley pada Juli 1913. Beberapa ahli meteorologi membantah catatan yang lebih tua, namun, dengan penelitian terbaru yang menunjukkan kemungkinan itu adalah hasil dari kesalahan pengamat.

Baca Juga: Spanyol catat rekor cuaca panas tertinggi, suhu capai 42° Celcius!

"Itu adalah catatan resmi sampai dibongkar melalui proses ilmiah dan diterima oleh Organisasi Meteorologi Dunia," kata Berc.




TERBARU

[X]
×