kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Respons Kehadiran Drone Korea Utara, Korea Selatan akan Bentuk Unit Drone Khusus


Selasa, 27 Desember 2022 / 14:08 WIB
ILUSTRASI. Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol, bertindak cepat dalam merespons kehadiran drone Korea Utara. Pada hari Selasa (27/12), Yoon mengatakan akan mengusulkan pembentukan unit militer yang memiliki spesialisasi di bidang drone.

Dalam rapat kabinet, Yoon mengakui bahwa insiden masuknya drone Korea Utara ke perbatasan adalah bukti bahwa kesiapan militer Korea Selatan masih kurang.

"Insiden tersebut menunjukkan kurangnya kesiapan dan pelatihan militer kita selama beberapa tahun terakhir, dan dengan jelas menegaskan perlunya kesiapan dan pelatihan yang lebih intensif," kata Yoon seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Drone Korea Utara Diduga Melintasi Perbatasan, Korea Selatan Kirim Jet Tempur

Lima drone Korea Utara memasuki wilayah Korea Selatan pada hari Senin (26/12). Korea Selatan kemudian mengerahkan jet tempur dan helikopter serang untuk menjatuhkan drone tersebut.

Militer Korea Selatan melepaskan tembakan peringatan dan sekitar 100 peluru dari helikopter yang dilengkapi dengan senapan mesin. Sayangnya upaya itu gagal menjatuhkan salah satu drone.

Drone milik Korea Utara dilaporkan terbang di atas beberapa kota di Korea Selatan, termasuk ibu kota Seoul, selama sekitar lima jam.

Militer mengatakan pihaknya tidak dapat menyerang secara agresif karena kekhawatiran akan keselamatan warga sipil.

Baca Juga: Korea Selatan Lepaskan 100 Tembakan untuk Tembaki 5 Drone Korea Utara

Presiden Yoon menyalahkan ketidaksiapan militernya kepada kebijakan pendahulunya, Moon Jae-in, yang cenderung lunak terhadap Korea Utara.

Kini Yoon akan berupaya membentuk unit drone khusus di tubuh militer Korea Selatan untuk memantau tetangganya.

"Kami telah merencanakan untuk membentuk unit drone untuk memantau dan mengintai fasilitas militer utama Korea Utara. Kami bersumpah untuk meningkatkan kemampuan pengawasan dan pengintaian dengan drone siluman mutakhir," pungkas Yoon.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×