kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS991.000 0,71%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Riset Terbaru, Omicron Bertahan Lebih Lama pada Plastik dan Kulit Manusia


Rabu, 26 Januari 2022 / 05:51 WIB
Riset Terbaru, Omicron Bertahan Lebih Lama pada Plastik dan Kulit Manusia
ILUSTRASI. Omicron dapat bertahan lebih lama dari versi sebelumnya pada permukaan plastik dan kulit manusia. REUTERS/Dado Ruvic


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Berikut ini merupakan rangkuman beberapa penelitian terbaru tentang Covid-19. 

1. Omicron bertahan lebih lama pada plastik dan kulit

Peneliti Jepang menemukan dalam tes laboratorium, varian Omicron dapat bertahan lebih lama dari versi sebelumnya pada permukaan plastik dan kulit manusia.

"Stabilitas lingkungan" yang tinggi - kemampuannya untuk tetap menular - mungkin telah membantu Omicron menggantikan Delta sebagai varian dominan dan menyebar dengan cepat, kata mereka. 

Pada permukaan plastik, waktu bertahan hidup rata-rata strain asli dan varian Alpha, Beta, Gamma dan Delta masing-masing adalah 56 jam, 191,3 jam, 156,6 jam, 59,3 jam, dan 114,0 jam. Coba bandingkan dengan Omicron yang mampu bertahan selama 193,5 jam. 

Pada sampel kulit dari mayat, waktu bertahan virus rata-rata adalah 8,6 jam untuk versi asli Covid-19, 19,6 jam untuk Alpha, 19,1 jam untuk Beta, 11,0 jam Gamma, 16,8 jam untuk Delta dan 21,1 jam untuk Omicron.

Baca Juga: Luhut: Gejala Omicron Sulit Dibedakan, Segera Testing Bila Alami Flu Meski Ringan

Pada kulit manusia, semua varian benar-benar tidak aktif dengan 15 detik paparan pembersih tangan berbasis alkohol. 

"Oleh karena itu, sangat disarankan agar terus dilakukan praktik pengendalian infeksi (kebersihan tangan) saat ini menggunakan disinfektan... seperti yang diusulkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia," jelas peneliti.

2. Usap hidung paling baik untuk tes antigen cepat

Penelitian baru menunjukkan, Pengguna tes antigen cepat untuk mendeteksi Covid-19 harus menyeka lubang hidung, bukan menyeka tenggorokan atau pipi sebagai gantinya.

Pada awal bulan ini, dengan Omicron bertanggung jawab atas hampir semua infeksi virus corona di San Francisco, para peneliti di sana melakukan tes antigen cepat BinaxNOW PCR dan Abbott Laboratories pada 731 orang yang meminta tes COVID-19. 

"Usap hidung mendeteksi lebih dari 95% orang dengan tingkat virus tertinggi yang kemungkinan besar menular," kata Dr. Diane Havlir dari University of California, San Francisco. 

Baca Juga: Data Corona Indonesia, 25 Januari: Tambah 4.878 Kasus Baru, Ada 24.856 Kasus Aktif

Pada 115 sukarelawan dengan tes PCR positif, timnya membandingkan hasil BinaxNOW menggunakan sampel usap dari hidung dan tenggorokan yang diperoleh oleh para profesional terlatih. 




TERBARU

[X]
×