Robert Kiyosaki Kembali Beri Peringatan Mengerikan tentang Kehancuran Pasar Ini

Senin, 29 Agustus 2022 | 23:00 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Robert Kiyosaki Kembali Beri Peringatan Mengerikan tentang Kehancuran Pasar Ini


KONTAN.CO.ID - Investor Robert Kiyosaki kembali dengan peringatan mengerikan tentang kehancuran pasar. 

"Semua pasar ambruk: real estat, saham, emas, perak, Bitcoin. Kelas menengah terhapus oleh inflasi minyak yang lebih tinggi," katanya di Twitter, Jumat (26/8), seperti dikutip Bitcoin.com.

Pada Minggu (28/8), Kiyosaki menindaklanjuti dengan tweet yang merujuk pada buku yang dia terbitkan pada Oktober 2013.

Buku itu berjudul Rich Dad’s Prophecy: Why the Biggest Stock Market Crash in History Is Still Coming. And How You Can Prepare Yourself and Profit From It!

Kiyosaki menyebutkan, tahun 2008 adalah waktu yang tepat untuk menjadi kaya karena semuanya "dijual". 

Baca Juga: Catat, Robert Kiyosaki akan Beli Lebih Banyak 3 Aset Investasi Ini

"Kehancuran itu ada di sini. Jutaan orang akan musnah," ungkap penulis buku populer Rich Dad Poor Dad.

Kiyosaki mendesak 2 juta pengikut Twitter-nya untuk tidak termasuk di antara mereka yang musnah 

"Inilah saatnya untuk menjadi lebih kaya," sebut dia.

"Bukan apa yang ada di dompet Anda. Tapi, apa yang ada di kepala Anda," tegasnya. 

"Ubah apa yang ada di kepala Anda terlebih dahulu lalu menjadi lebih kaya," imbuh Kiyosaki.

Baca Juga: Siapa Orang Paling Berani di Dunia? Menurut Robert Kiyosaki, Salah Satunya Ini

Dia telah memperingatkan tentang kehancuran pasar dalam beberapa kesempatan. 

Kiyosaki baru-baru ini meramalkan kehancuran pasar obligasi terbesar sejak 1788, dengan menyatakan, pasar saham dan obligasi sedang jatuh. 

Dan, ia memperingatkan, inflasi bisa menyebabkan Greater Depression.

Kiyosaki dalam berbagai kesempatan juga merekomendasikan investor untuk membeli emas, perak, dan Bitcoin. 

Pada Juli lalu, dia mengatakan, perak merupakan nilai investasi terbaik saat ini.

Kiyosaki juga menunggu untuk membeli Bitcoin dengan harga lebih rendah. Pada Juni lalu, ia bilang sedang menunggu Bitcoin untuk menguji harga US$ 1.100 sebelum membeli.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru